Samsudin Dorong Pembangunan Kawasan Ekonomi Masa Depan di Kota Baru

Kamis, 15 Agustus 2024 | 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG —- Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Kota Baru sebagai motor penggerak ekonomi dan pusat pemerintahan masa depan.

Hal tersebut disampaikan Pj. Gubernur Samsudin dalam Acara Seminar Pembangunan Kota Baru Lampung, yang berlangsung di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Kamis (15/8/2024).

Pj. Gubernur Samsudin, dalam arahannya, menyampaikan bahwa pembangunan Kota Baru Lampung merupakan langkah strategis yang sudah lama direncanakan, namun masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu diselesaikan. “Sejak tahun 2010, Pemerintah Provinsi Lampung telah memulai pembangunan kawasan Kota Baru di Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Namun, hingga saat ini, proyek tersebut masih belum mencapai tahap penyelesaian,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kurun waktu 14 tahun terakhir, lebih dari 100 miliar rupiah telah diinvestasikan melalui APBD, namun hasilnya belum maksimal. “Sebagai pejabat pemerintah, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa anggaran yang sudah dikeluarkan tidak terbuang sia-sia. Ini bukan hanya soal kemauan pribadi, tapi tentang kemampuan kita semua untuk memenuhi keinginan masyarakat Lampung akan perubahan yang lebih baik,” lanjut Pj. Gubernur Samsudin.

Pj. Gubernur Samsudin juga menekankan bahwa inisiatif untuk melanjutkan pembangunan Kota Baru harus didasari oleh perubahan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Dengan kemajuan teknologi dan pergeseran ekonomi global, kita harus mampu mengadaptasi konsep pembangunan Kota Baru agar sesuai dengan prinsip-prinsip modern seperti smart city, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” jelasnya.

Baca Juga:  99 CPNS Baru Way Kanan Diambil Sumpah

Pj. Gubernur Samsudin juga menyampaikan pentingnya menjadikan Kota Baru sebagai kawasan yang nyaman dan bebas polusi, yang dapat menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. “Kita harus berpikir jangka panjang, bukan hanya lima atau sepuluh tahun ke depan, tetapi hingga 20 tahun mendatang. Dengan perencanaan yang baik dan bertahap, Kota Baru dapat memberikan dampak positif yang luar biasa bagi Provinsi Lampung,” tambahnya.

Pj. Gubernur Samsudin yakin bahwa inisiatif ini bukan sekedar perpindahan ibukota provinsi, tetapi lebih pada menciptakan mesin penggerak ekonomi yang baru. “Kota Baru harus menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi yang dapat menarik investor swasta, serta mendukung tumbuhnya sektor-sektor lain di sekitar kawasan tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi semua pihak yang terlibat dalam proses ini, termasuk masyarakat Lampung yang terus mendukung upaya pemerintah dalam memajukan daerah. “Pembangunan Kota Baru ini bukan hanya karya pemerintah, tetapi karya seluruh masyarakat Lampung yang memiliki semangat untuk membawa provinsi ini menuju masa depan yang lebih cerah,” ujar Pj. Gubernur Samsudin.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur Samsudin menekankan pentingnya membangun budaya kerja dan mindset baru melalui pengembangan kawasan Kota Baru. Beliau berharap bahwa Kota Baru akan menjadi simbol kemajuan dan kebanggaan bagi masyarakat Lampung. “Kita harus optimis bahwa pembangunan kawasan ini akan berhasil, mengingat potensi pengembangannya yang besar dari segi lokasi yang strategis dan aksesibilitas ke berbagai pusat kegiatan di provinsi ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Sebagai penutup, Samsudin menghimbau seluruh peserta seminar untuk aktif memberikan masukan dan saran dalam rangka mempercepat pengembangan kawasan Kota Baru. “Saya berharap kita semua dapat bekerja sama untuk menjadikan Kota Baru sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan yang baru di Provinsi Lampung. Mari kita wujudkan impian ini bersama,” ujarnya.

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang percepatan pembangunan Kota Baru melalui investasi swasta, kerjasama CSR, dan mekanisme pendanaan lainnya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Kota Baru Lampung dapat menjadi kawasan yang memiliki daya saing tinggi dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.

Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang akan menjadi dasar dalam melanjutkan pembangunan Kota Baru Lampung, sehingga kawasan ini dapat segera menjadi pusat pertumbuhan baru yang membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat di Provinsi Lampung. (Adpim)


Sumber Berita : Bandar Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap
Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!
Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang
Kukuhkan 3 Pengurus Korpri Daerah, Sekdaprov Marindo Tegaskan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas 2027
Sungai Berbusa dan Bau, Warga Bernung Keluhkan Limbah Ayam
Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga
Tinjau Pasar Way Batu, Wagub Jihan Pastikan Pasokan Pangan Terjaga
PLN UID Lampung Perkuat Pelayanan Masyarakat melalui Kolaborasi Edukasi Kelistrikan.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 November 2026 - 21:00 WIB

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 November 2026 - 16:38 WIB

Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang

Kamis, 5 November 2026 - 19:20 WIB

Kukuhkan 3 Pengurus Korpri Daerah, Sekdaprov Marindo Tegaskan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas 2027

Kamis, 5 November 2026 - 17:24 WIB

Sungai Berbusa dan Bau, Warga Bernung Keluhkan Limbah Ayam

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB