Menjemput Nestapa di Tengah Oase

Senin, 15 Juni 2026 | 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SI “ANAK TUA yang genap berusia 80 tahun pada 15 Juni 2026 itu berjuluk Bumi Ragem Tunas Lampung. Angka yang sakral untuk daerah penyokong nakhoda handal di kancah politik maupun birokrasi. Namun, alih-alih menjadi teladan bagi adik-adiknya (kabupaten pemekaran), ia justru tampak ringkih, berjalan tertatih di sirkuit pembangunan yang kian kencang.

Di atas kertas dan panggung-panggung seremonial, perayaan hari jadi ini akan tampak seperti sebuah oase. Deretan karangan bunga memenuhi trotoar Kotabumi, pidato keberhasilan digemakan di ruang paripurna, dan pesta rakyat digelar sebagai bukti “kemajuan”.

Tetapi, bagi kita tentu sudah mafhum dengan kondisi jalan berdebu dan lubang yang mengukir “corak batik” di jalanan kabupaten tertua ini. Alih-alih menemukan kesegaran di usia sewindu lebih dua dekade ini, rakyat seolah sedang menjemput nestapa di tengah oase yang diciptakan oleh elite penguasa.

Bagaimana mungkin kita menyebut si “Anak Tua” ini sedang bersolek, jika pada kenyataannya infrastruktur dasar masih menjadi momok yang menakutkan? Tahun 2025 memberikan luka yang belum kering, puluhan paket proyek jalan dan jembatan gagal terealisasi.

Baca Juga:  SMPN 7 Kotabumi Lepas Lima Peserta dan Satu Pembina Pendamping Jamnas XII

Jembatan-jembatan yang hampir ambrol dan jalanan yang lebih mirip kubangan saat hujan bukan sekadar masalah teknis dinas terkait, melainkan bukti nyata adanya “nestapa” perencanaan.

Oase pembangunan yang dijanjikan tiap musim kampanye tiba ternyata hanyalah fatamorgana yang menguap tepat sebelum menyentuh ban kendaraan warga di pelosok Lampung Utara.

Apakah ini soal Nakhoda yang kehilangan arah, atau amunisi dan logistik yang tak mumpuni di tengah badai efisiensi? Entahlah, yang jelas tetap rakyat yang basah kuyup.

Sebagai kabupaten induk yang telah melahirkan banyak daerah otonomi sukses, Lampung Utara justru tampak tertatih-tatih. Angka kemiskinan yang masih bertengger di papan atas “Liga Kemiskinan” Provinsi Lampung adalah paradoks yang menyakitkan.

Semboyan “Ragem Tunas Lampung” yang bermakna kerukunan untuk tumbuh, kini terdengar seperti satire. Bagaimana tunas bisa tumbuh jika tanah birokrasinya terus-menerus digerogoti oleh residu kasus hukum dan kegiatan fiktif yang tak kunjung usai?

Baca Juga:  Menanti 17 Ruas Jalan Perbaikan Lampung Utara

HUT ke-80 seharusnya menjadi momentum “cuci muka” bagi birokrasi Lampung Utara.

Masyarakat Lampung Utara tidak butuh baliho raksasa atau status ucapan di medsos dengan senyum pejabat yang dipoles aplikasi penyunting foto. Rakyat butuh oase yang nyata. Jalan yang mulus untuk mengangkut hasil bumi, birokrasi yang bersih dari pungli, dan kepastian bahwa identitas sebagai “Anak Tua” adalah sebuah kehormatan, bukan beban sejarah yang memalukan.

Jikalau, andaikata, seumpama, ulang tahun ini hanya diisi dengan hura-hura sementara realitas sosial masih mencekik, maka kita sebenarnya tidak sedang merayakan hari lahir. Melainkan kita tengah mabuk seremonial dengan cara yang lebih mewah.

Sudah saatnya Lampung Utara berhenti menjemput nestapa. Oase itu harus hadir di piring-piring nasi rakyat, bukan hanya di meja prasmanan para pejabat.


Penulis : Rudi alfian


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Warung ‘Roekoen’, Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad
PC IMM Lampung Utara Kecam Orgen Tunggal Malam Hari, Desak Polres dan Bupati Tegakkan Aturan
APEC 2026 akan Fokus soal Inovasi dan Kerja Sama
Mahasiswa ITB ke Tiongkok, Belajar Masa Depan Berkelanjutan
Polisi Tindak Tegas DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara
Indonesia Ekspor Sarang Burung Walet ke Tiongkok
Jaga Pasokan Pangan, Satpol PP Lampung Pantau Pengiriman Gabah
Xi Jinping Dukung Perdamaian dan Kemerdekaan Palestina

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Warung ‘Roekoen’, Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:56 WIB

PC IMM Lampung Utara Kecam Orgen Tunggal Malam Hari, Desak Polres dan Bupati Tegakkan Aturan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:52 WIB

APEC 2026 akan Fokus soal Inovasi dan Kerja Sama

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Mahasiswa ITB ke Tiongkok, Belajar Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Polisi Tindak Tegas DPO Narkoba Penyalahgunaan Senjata Api di Lampung Utara

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Warung ‘Roekoen’, Warisan Tionghoa Berusia Lebih dari Seabad

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:15 WIB

APEC China 2026

#indonesiaswasembada

APEC 2026 akan Fokus soal Inovasi dan Kerja Sama

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:52 WIB

Foto yang diabadikan pada 3 Juli 2026 ini menunjukkan para mahasiswa ITB Indonesia sedang berinteraksi dengan seorang dosen di sebuah laboratorium di Universitas Tianjin, Kota Tianjin, Tiongkok utara. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Mahasiswa ITB ke Tiongkok, Belajar Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:43 WIB