Pertempuran Pemerintah dan Houthi di Yaman, 117 Orang Tewas

Senin, 7 September 2026 | 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

ADEN-Sedikitnya 117 orang tewas dalam bentrokan sengit yang berlangsung selama empat hari antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi di provinsi Taiz dan Hodeidah di Yaman barat, demikian disampaikan pejabat medis pada Minggu (6/9).

Seorang pejabat medis senior yang mendampingi pasukan pemerintah di garis depan pantai barat mengatakan kepada Xinhua dengan syarat anonimitas bahwa 54 tentara pemerintah tewas dan banyak lainnya terluka sejak pertempuran pecah pada Kamis (3/9).

Dua sumber medis di rumah sakit yang dikelola Houthi di Provinsi Hodeidah, Yaman barat, mengatakan 63 anggota Houthi tewas dalam periode yang sama, sehingga total jumlah korban tewas dari kedua belah pihak mencapai 117 orang.

Baca Juga:  Ketegangan dengan Arab, Houthi Bantah Targetkan Makkah

Seorang pejabat militer pemerintah Yaman mengatakan kepada Xinhua dengan syarat anonimitas bahwa pasukan pemerintah juga telah merebut kembali beberapa posisi strategis di Provinsi Taiz, Yaman barat, dalam serangan balasan kilat semalam, beberapa jam setelah anggota Houthi merebut posisi-posisi tersebut.

Eskalasi terbaru ini termasuk di antara beberapa pertempuran darat tersengit di Yaman barat selama beberapa tahun terakhir, sehingga memicu kekhawatiran akan kembalinya pertempuran berskala besar yang lebih luas setelah bertahun-tahun relatif tenang di banyak garis depan negara tersebut.

Baca Juga:  Iran: Syarat Perundingan dengan AS sudah Disampaikan oleh Qatar

Yaman telah terjerat dalam konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Romy


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB