ADEN-Sedikitnya 117 orang tewas dalam bentrokan sengit yang berlangsung selama empat hari antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi di provinsi Taiz dan Hodeidah di Yaman barat, demikian disampaikan pejabat medis pada Minggu (6/9).
Seorang pejabat medis senior yang mendampingi pasukan pemerintah di garis depan pantai barat mengatakan kepada Xinhua dengan syarat anonimitas bahwa 54 tentara pemerintah tewas dan banyak lainnya terluka sejak pertempuran pecah pada Kamis (3/9).
Dua sumber medis di rumah sakit yang dikelola Houthi di Provinsi Hodeidah, Yaman barat, mengatakan 63 anggota Houthi tewas dalam periode yang sama, sehingga total jumlah korban tewas dari kedua belah pihak mencapai 117 orang.
Seorang pejabat militer pemerintah Yaman mengatakan kepada Xinhua dengan syarat anonimitas bahwa pasukan pemerintah juga telah merebut kembali beberapa posisi strategis di Provinsi Taiz, Yaman barat, dalam serangan balasan kilat semalam, beberapa jam setelah anggota Houthi merebut posisi-posisi tersebut.
Eskalasi terbaru ini termasuk di antara beberapa pertempuran darat tersengit di Yaman barat selama beberapa tahun terakhir, sehingga memicu kekhawatiran akan kembalinya pertempuran berskala besar yang lebih luas setelah bertahun-tahun relatif tenang di banyak garis depan negara tersebut.
Yaman telah terjerat dalam konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Romy
Sumber Berita : Jakarta

















