TAIYUAN- Area pameran Indonesia menarik perhatian pengunjung dalam Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) Tiongkok 2026. Pameran itu menandai penampilan perdana delegasi Indonesia dalam Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) Tiongkok, yang digelar di Taiyuan, ibu kota Provinsi Shanxi, Tiongkok utara.
Dipimpin oleh Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia dan Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia, delegasi tersebut membawa serta 12 perusahaan energi terkemuka Indonesia, memamerkan pencapaian mereka di bidang pertambangan batu bara, jasa pertambangan, dan transisi energi, serta menciptakan sebuah platform baru bagi Shanxi dan Asia Tenggara untuk memperdalam kerja sama di sektor energi.
Pameran Indonesia ini mengusung tema; “Memperdalam Kerja Sama Energi Tiongkok-Indonesia dan Mendorong Transformasi serta Pembangunan Hijau”. Perusahaan-perusahaan anggota dari asosiasi yang berpartisipasi menyumbang lebih dari 90 persen produksi batu bara Indonesia dan 85 persen jasa pertambangan batu bara di tanah air.
Sebanyak 10 pemimpin industri, termasuk Adaro, Bayan Resources, PAMA, BUMA, PPA, dan ITMG, juga diwakili, mencakup seluruh rantai industri mulai dari kontrak pertambangan, produksi batu bara, dan logistik pelabuhan hingga perdagangan komoditas dan transisi energi.
Indonesia merupakan negara penghasil batu bara penting dengan sumber daya batu bara yang melimpah, sementara masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut dalam teknologi pertambangan dan peralatan cerdas.
Sebagai salah satu provinsi penghasil energi utama di Tiongkok, Shanxi dalam beberapa tahun terakhir terus memajukan revolusi energinya serta transformasi hijau dan rendah karbon dari industri energi tradisional.
Provinsi tersebut telah mengembangkan sejumlah teknologi dan produk yang kompetitif di berbagai bidang termasuk pertambangan cerdas, peralatan cerdas, dan pemanfaatan batu bara bersih. Kehadiran delegasi Indonesia di Taiyuan memberikan kesempatan penting bagi perusahaan-perusahaan energi Indonesia untuk mempelajari teknologi energi Tiongkok dan mencari mitra potensial.
Dalam pameran itu, perwakilan Indonesia juga memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi perusahaan-perusahaan energi Tiongkok yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Teknologi dan peralatan seperti tambang batu bara cerdas dan truk pertambangan listrik menarik perhatian khusus dari para peserta pameran Indonesia.
Dengan total area pameran seluas 60.000 meter persegi, pameran tersebut mencakup seluruh rantai industri energi dan menyatukan lebih dari 400 perusahaan domestik dan internasional utama di sektor energi. Baik area pameran maupun jumlah peserta pameran mencapai rekor tertinggi dalam perhelatan tahun ini.
“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Taiyuan. Saya sangat terkesan dengan perkembangan teknologi Tiongkok di sektor batu bara,” kata Liu Chen Zhi, perwakilan perusahaan energi Indonesia, setelah mengunjungi pameran tersebut. “Khususnya, peralatan pertambangan energi baru seperti truk listrik dan ekskavator listrik dapat memberikan bantuan yang cukup besar bagi operasi pertambangan batu bara di Indonesia.”
Cao Xin, penghubung Tiongkok untuk delegasi Indonesia, mengatakan bahwa area pameran Indonesia bukan hanya menjadi jendela bagi perusahaan untuk memamerkan kekuatan mereka, tetapi juga menjadi jembatan untuk kerja sama energi praktis antara Tiongkok dan Indonesia.
“Kami berharap dapat memanfaatkan pameran energi ini sebagai kesempatan untuk mempromosikan kerja sama yang lebih besar antara Shanxi dan Indonesia di bidang-bidang seperti pertambangan cerdas dan energi baru, serta untuk mencapai hasil yang lebih bermanfaat,” ujar Cao.
Seorang pengusaha bermarga Li dari perusahaan yang berkaitan dengan pertambangan batu bara Shanxi, yang mengunjungi area pameran Indonesia, mengatakan perusahaannya sangat tertarik dengan pasar Indonesia dan meyakini bahwa teknologi dan produknya yang matang dapat menjadi jembatan dalam kerja sama yang baik dengan perusahaan pertambangan batu bara Indonesia.
Perwakilan Indonesia lainnya, Meichael Wind, mengatakan bahwa hampir 50 perusahaan Tiongkok yang terkait dengan industri batu bara telah menanyakan tentang pasar Indonesia dalam dua hari pertama pameran tersebut.
“Saya rasa ada banyak peluang kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok,” katanya.
Delegasi Indonesia juga memanfaatkan kunjungannya ke Shanxi untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan industri batu bara terkemuka Tiongkok, termasuk Shanxi Coking Coal Group Co., Ltd., melakukan pertukaran mendalam dengan perusahaan-perusahaan setempat dan menjajaki peluang kerja sama.
“Kami berharap dapat membangun kerja sama di sektor energi dengan lebih banyak perusahaan Tiongkok dan mencapai hasil yang saling menguntungkan,” ujar Liu.
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Desty
Sumber Berita : Jakarta

















