TRIPOLI-Pemerintah Persatuan Nasional Libya yang diakui secara internasional mengumumkan pada Minggu (6/9) bahwa pihaknya telah membongkar sebuah sel sabotase terorganisasi dan menangkap lima warga Libya serta warga asing yang diduga terlibat dalam serangan drone bunuh diri terhadap sejumlah fasilitas perminyakan dan kelistrikan di Tripoli dan Zawiya, Libya barat.
Dalam sebuah pernyataan di platform pemerintah “hokomitna”, otoritas setempat mengatakan bahwa operasi yang dilakukan oleh kementerian pertahanan negara tersebut juga berhasil menggagalkan beberapa rencana lain yang masih dalam tahap persiapan, termasuk satu rencana yang menargetkan pembangkit listrik di selatan Tripoli dan sejumlah rencana lainnya yang menyasar fasilitas vital serta para pemimpin politik, keamanan, dan militer.
Pernyataan itu menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi individu lain yang terlibat serta pihak-pihak yang merencanakan, mendanai, atau mendukung operasi tersebut.
Pemerintah menyatakan akan merilis detail lebih lanjut, termasuk identitas pihak-pihak yang terlibat dan para pendukung mereka, setelah penyelidikan awal selesai.
Pengumuman itu muncul setelah beberapa pekan terjadi serangan dan aksi sabotase yang menargetkan fasilitas perminyakan dan kelistrikan di seluruh wilayah Libya barat, yang semakin menekan jaringan kelistrikan dan layanan publik selama bulan-bulan puncak musim panas.[]
Penulis : Xinhua
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















