ANKARA-Turki berencana menggenjot belanja pertahanan sebesar 229 persen dalam tiga tahun ke depan, seperti disampaikan Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz pada Minggu (6/9) saat mengumumkan Program Ekonomi Jangka Menengah tiga tahun negara itu untuk periode 2027-2029.
“Di sektor industri pertahanan, kami berupaya mewujudkan Turki yang mampu mengembangkan teknologinya sendiri dan menghasilkan nilai tambah yang tinggi,” kata Yilmaz dalam konferensi pers.
Dalam program tersebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi Turki untuk 2026 diturunkan dari 3,8 persen menjadi 3,3 persen, sementara proyeksi inflasi negara tersebut dinaikkan dari 16 persen menjadi 28,4 persen.
Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, belanja militer negara tersebut mencapai 30 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.636) pada 2025. []
Penulis : Xinhua
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















