Teguh Santosa: Tidak Benar Putin Kritik Prabowo

Senin, 7 September 2026 | 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNGPINANG — Narasi di media sosial yang mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak benar.

Pakar hubungan internasional sekaligus Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menegaskan bahwa narasi tersebut merupakan hoaks yang sengaja diproduksi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi menciptakan disinformasi. Teguh menjelaskan bahwa ia menyimak secara utuh pidato Presiden Prabowo Subianto saat hadir dalam rangkaian forum ekonomi dan kawasan di Vladivostok, Rusia, termasuk mencermati respons langsung dari Presiden Vladimir Putin.

Menurutnya, tidak ada satu pun kalimat bernada kritik, teguran, ataupun sentimen negatif yang dilontarkan pihak Moskow terhadap diplomasi Jakarta. Sebaliknya, Teguh menilai suasana pertemuan bilateral maupun forum pleno di Vladivostok berlangsung sangat hangat dan penuh rasa saling menghormati.

Prabowo Subianto yang hadir sebagai tamu kehormatan utama bahkan mendapatkan sambutan luar biasa dari tuan rumah serta para pemimpin delegasi lainnya. Kesan positif tersebut kian nyata saat pidato Presiden Prabowo disambut tepuk tangan meriah oleh Vladimir Putin. Dalam pidatonya, Prabowo mengutip peribahasa Rusia, “Odin v pole ne voin” yang artinya tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian, yang dipadankan dengan filosofi gotong royong Indonesia sebagai pijakan kerja sama global.

Baca Juga:  Bupati Ayu Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

“Presiden Putin sama sekali tidak mengkritik kebijakan luar negeri Indonesia seperti narasi yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Teguh yang sedang berada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin, 7 September 2026.

Lebih lanjut, Teguh memaparkan bahwa esensi pidato Prabowo justru menawarkan terobosan strategis berupa konsep “jalan raya ekonomi” di kawasan Pasifik yang menghubungkan potensi kedua negara. Gagasan ini menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang yang berdaulat, mandiri, dan konsisten memegang teguh prinsip non-blok tanpa terseret ke dalam aliansi militer.

Untuk menguji kebenaran klaim miring yang viral di dunia maya, Teguh telah berkomunikasi langsung dengan kalangan diplomat di Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow. Pihak diplomatik Rusia secara tegas membantah spekulasi liar tersebut dan menyatakan bahwa konten yang beredar di platform media sosial sepenuhnya bohong serta tidak berdasar.

Pihak Kemlu Rusia di Moskow menegaskan komitmen mereka untuk terus memperdalam kemitraan strategis dengan Indonesia. Moskow memandang kepemimpinan Prabowo sebagai representasi negara berkembang yang memainkan peran krusial dalam percaturan geopolitik serta arsitektur multipolar dunia.

Baca Juga:  Inggris Boikot Barang dari Israel, 8 Negara Dukung termasuk RI

“Informasi itu sungguh palsu. Tidak pernah terjadi. Rusia dan Indonesia adalah mitra strategis,” ujar seorang diplomat senior Rusia yang dikutip Teguh.

Teguh sangat menyayangkan manuver sejumlah pihak yang gemar memotong klip video, memanipulasi takarir, dan mendistorsi konteks demi mengejar keterlibatan penonton di media sosial. Pola disinformasi seperti ini dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu salah persepsi publik mengenai relasi diplomatik antarnegara.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih kritis serta selalu memverifikasi ulang setiap muatan politik luar negeri lewat rujukan resmi pemerintah atau media massa kredibel. Disinformasi yang digulirkan secara terorganisasi harus dilawan dengan data, transkrip, serta rekaman fakta yang sebenarnya. Dengan adanya klarifikasi ini, Teguh memastikan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Federasi Rusia tetap solid serta berjalan di atas prinsip saling menguntungkan.

“Kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo tetap kokoh pada doktrin politik bebas-aktif demi kepentingan nasional di panggung dunia,” demikian Teguh. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB