Nasionalisme Harus Ditanamkan Sejak Dini Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 6 Agustus 2025 | 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikannya dalam Dialektika Demokrasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Herman menyoroti bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang harus dijadikan landasan dalam membangun masa depan bangsa.

“Kita merdeka bukan karena diberi oleh penjajah, tetapi melalui perjuangan panjang, dari perang-perang lokal hingga peristiwa monumental seperti Sumpah Pemuda dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Inilah sejarah yang harus terus kita tanamkan, khususnya kepada generasi muda,” ujar Herman, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, untuk benar-benar mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, sebuah masa di mana Indonesia diharapkan menjadi negara maju dan sejahtera secara adil dan merata, diperlukan fondasi kuat, yakni pembangunan sumber daya manusia yang beretika, bermoral, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

Baca Juga:  Tari "Badindin" PAUD Flamboyan Meriahkan HUT RI Ke-81 

“Banyak negara maju tidak memiliki sumber daya alam melimpah, tapi unggul karena kualitas manusianya. Jepang dan Korea Selatan adalah contohnya. Kita harus belajar dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme sejak dini,” kata Herman.

Ia juga mengapresiasi tema kegiatan yang menurutnya sangat relevan, yakni memperkuat semangat kemerdekaan dari usia dini. Menurutnya, ini merupakan modal dasar untuk membangun generasi unggul.

“Spirit nasionalisme tidak akan tumbuh sendiri. Negara harus hadir, mendesain bagaimana semangat kebangsaan itu bisa ditanamkan sejak kecil. Ini bukan hanya tugas kelompok tertentu, tapi tanggung jawab negara,” tegasnya.

Herman menyebut bahwa program seperti 4 Pilar MPR yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah instrumen penting untuk memperkuat fondasi kebangsaan.

Ia juga menyoroti pentingnya lembaga seperti BPIP dan program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai perjuangan bangsa.

Baca Juga:  Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian Apresiasi Pidato Presiden, Dorong Percepatan Rehabilitasi Sekolah dan Pendidikan Inklusif

“Saya yakin Presiden Prabowo akan melanjutkan penanaman nilai-nilai patriotisme. Program makan bergizi gratis, pendirian sekolah rakyat, hingga koperasi desa adalah wujud nyata ekonomi gotong royong sesuai amanah konstitusi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Herman juga menyoroti peran penting media dalam menjaga semangat kebangsaan. Menurutnya, media harus terus mengabarkan hal-hal positif yang memperkuat jati diri bangsa.

“Media adalah kunci untuk memperluas dan mempertajam kesadaran kita terhadap nilai-nilai kebangsaan. Semakin sering dibicarakan, semakin tertanam dalam ingatan kolektif bangsa,” ujarnya.

Sekjen Partai Demokrat ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah dan terus menjaga keutuhan NKRI.

“NKRI harga mati. Tidak boleh sejengkal tanah pun lepas. Ini adalah warisan para pahlawan dan leluhur kita yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin
Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia
Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia
Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung
Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia
Terbang ke Moskow, Kepala CIA Bawa Misi Tekan Iran soal Hormuz
PD Pemuda Muhammadiyah Desak APH Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Bumi Ragem Tunas Lampung
Menko Polkam Jamin Keamanan Massa Saat Demo Di Gedung DPR Hari ini

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi Dialog China-India soal Perbatasan

#indonesiaswasembada

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:52 WIB


Seorang wanita minum secangkir kopi dengan hiasan latte di atasnya dalam ajang Restaurants Canada Show (RC Show) 2026 di Mississauga, Ontario, Kanada, pada 8 Maret 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:46 WIB

Rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang sempat berkunjung medio Juli 2026 bersama Ketua Umum Dr Teguh Santosa Dibawah Prasati Chen Ho di Kunming

#indonesiaswasembada

Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:39 WIB


Tang Wei (Kanan), seniman asal Tiongkok, mementaskan wayang opera Peking klasik berjudul

#indonesiaswasembada

Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:30 WIB


Para pengunjung memainkan gim Fortnite dalam ajang Gamescom 2026 di Cologne, Jerman, pada 26 Agustus 2026. (Xinhua)

#CovidSelesai

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:27 WIB