Mantan Ketua BEM Berharap, Prabowo Hadir di Munas HIPMI, Dialog Ekonomi Kekinian

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ammar Fauzan, Eks Ketua BEM Universitas Lampung 2025 Meminta Presiden Prabowo Hadir di Lampung dalam Rangka Munas HIPMI untuk Membuka Ruang Dialog Objektif Bersama Masyarakat dan Mahasiswa di Tengah Kondisi Perekonomian Negara Saat Ini

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang akan diselenggarakan di Provinsi Lampung merupakan momentum penting yang tidak hanya memiliki nilai strategis bagi dunia usaha, tetapi juga menjadi ruang yang dapat mempertemukan berbagai kepentingan nasional dalam upaya membangun arah pembangunan ekonomi yang lebih inklusif. Oleh karena itu, saya, Ammar Fauzan, Eks Ketua BEM Universitas Lampung Tahun 2025, memandang kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda tersebut menjadi sangat penting dan relevan untuk menjawab berbagai keresahan serta harapan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sedang dihadapi bangsa saat ini.

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang dirasakan secara nyata di tingkat akar rumput. Kenaikan biaya hidup, tekanan terhadap daya beli masyarakat, terbatasnya lapangan pekerjaan yang layak bagi generasi muda, serta ketidakpastian ekonomi global telah menciptakan berbagai pertanyaan yang membutuhkan penjelasan dan arah kebijakan yang lebih terbuka dari pemerintah. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran Presiden di Lampung tidak semata-mata sebagai simbol negara, melainkan sebagai pemimpin yang dapat mendengar langsung suara masyarakat dan menjelaskan berbagai langkah strategis yang sedang maupun akan diambil pemerintah.

Lampung merupakan salah satu daerah yang memiliki posisi penting dalam struktur perekonomian nasional. Sebagai wilayah agraris sekaligus gerbang Pulau Sumatera, Lampung memiliki kontribusi besar dalam sektor pangan, perkebunan, perdagangan, dan logistik. Namun demikian, berbagai potensi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar seperti rendahnya nilai tambah produk lokal, keterbatasan akses pasar bagi petani, serta belum optimalnya hilirisasi yang mampu menciptakan lapangan kerja secara masif bagi masyarakat. Kondisi ini perlu menjadi bagian dari diskusi yang dapat disampaikan langsung kepada Presiden.

Kehadiran Presiden dalam Munas HIPMI seharusnya tidak hanya difokuskan pada agenda seremonial ataupun pembahasan dunia usaha semata. Momentum tersebut perlu diperluas menjadi ruang dialog publik yang menghadirkan mahasiswa, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku UMKM, petani, nelayan, dan kelompok masyarakat lainnya. Sebab pembangunan ekonomi yang sehat tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Miliki Sabu 293 Gram dan 100 Butir Pil Ekstasi Lima Orang Asal Riau Diringkus Sat Res Narkoba Polres Mesuji

Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak lulusan perguruan tinggi yang menghadapi tantangan serius untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka. Fenomena meningkatnya persaingan kerja dan terbatasnya peluang ekonomi produktif menjadi isu yang harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, dialog langsung dengan Presiden dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai arah kebijakan ketenagakerjaan nasional.

Selain persoalan lapangan pekerjaan, tantangan ekonomi juga terlihat dari kondisi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang masih berjuang menghadapi berbagai tekanan. Banyak pelaku usaha menghadapi persoalan permodalan, distribusi, hingga akses terhadap teknologi dan pasar digital. Padahal sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kehadiran Presiden di tengah para pengusaha muda dan masyarakat akan menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan berbagai kebutuhan riil yang selama ini dihadapi pelaku usaha di daerah.

Di sisi lain, ruang dialog yang terbuka juga penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara. Dalam sistem demokrasi, komunikasi yang efektif antara pemerintah dan rakyat merupakan fondasi utama bagi terciptanya stabilitas sosial dan politik. Ketika masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, maka berbagai kesalahpahaman, spekulasi, maupun ketidakpercayaan dapat diminimalisasi melalui proses komunikasi yang jujur dan objektif.

Kami meyakini bahwa seorang Presiden tidak hanya dituntut untuk menghasilkan kebijakan yang baik, tetapi juga harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat yang merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut. Kehadiran Presiden Prabowo di Lampung dapat menjadi simbol bahwa negara hadir untuk mendengarkan, bukan hanya menyampaikan. Dialog yang terbuka akan memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjalankan prinsip partisipasi publik sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang demokratis.

Baca Juga:  Jajaran Sat Samapta Polres Mesuji Laksanakan Patroli Janji Jaga di Wilayah Rawan

Lebih jauh, Munas HIPMI dapat menjadi momentum untuk membicarakan arah pembangunan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif, Indonesia membutuhkan strategi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan keadilan sosial. Generasi muda perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai visi pembangunan nasional agar dapat mempersiapkan diri menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang sedang berlangsung.

Lampung sebagai tuan rumah memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa daerah bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang mampu menawarkan gagasan, kritik, dan solusi bagi masa depan bangsa. Oleh sebab itu, kehadiran Presiden dalam forum yang lebih terbuka bersama masyarakat dan mahasiswa akan memperlihatkan bahwa pembangunan nasional dibangun melalui dialog dua arah yang sehat, bukan sekadar komunikasi satu arah dari pemerintah kepada rakyat.

Sebagai mantan Ketua BEM Universitas Lampung, saya memandang bahwa tradisi dialog antara pemimpin negara dan masyarakat harus terus diperkuat. Kritik dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa maupun masyarakat bukanlah bentuk perlawanan terhadap negara, melainkan bagian dari kontribusi demokratis untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Dalam konteks itulah kehadiran Presiden di Lampung memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar menghadiri agenda organisasi.

Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Munas HIPMI di Lampung sebagai momentum memperkuat komunikasi nasional yang konstruktif. Saya berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir secara langsung dan membuka ruang dialog objektif bersama masyarakat, mahasiswa, pelaku usaha, serta berbagai elemen daerah. Di tengah tantangan perekonomian yang sedang dihadapi bangsa, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang pertemuan antara rakyat dan pemimpinnya, sehingga setiap kebijakan yang lahir tidak hanya memiliki legitimasi politik, tetapi juga mendapatkan kepercayaan dan dukungan yang kuat dari masyarakat.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : BandarLampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan: Kejuaraan Renang Piala Kemenpora Jadi Ajang Cetak Atlet Berkarakter dan Berprestasi
Wagub Lampung Dampingi Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Dukung Data Berkualitas
Naik Damri Menuju Tiongkok
Kadis Kominfo Tanggamus Teken Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN, Tanggamus Jadi Pemanfaat TTE Tertinggi dari 21 Daerah
Wabup Tanggamus Pimpin Penertiban Pasar Gisting, Pedagang Hamparan Mulai Tertib Masuk Area Pasar
Batin Wulan Ikuti Puncak HUT Ke-46 Dekranas, Dekranasda Lampung Pamerkan Produk Unggulan
Krisis Daftar Ulang Calon Mahasiswa Baru: Bukti Lemahnya Tata Kelola Kementerian Pendidikan
Ketum JMSI: Jurnalisme Bukan Sekadar “Pemadam Kebakaran”
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:53 WIB

Wagub Jihan: Kejuaraan Renang Piala Kemenpora Jadi Ajang Cetak Atlet Berkarakter dan Berprestasi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:49 WIB

Wagub Lampung Dampingi Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Dukung Data Berkualitas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:54 WIB

Naik Damri Menuju Tiongkok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:39 WIB

Kadis Kominfo Tanggamus Teken Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN, Tanggamus Jadi Pemanfaat TTE Tertinggi dari 21 Daerah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:37 WIB

Wabup Tanggamus Pimpin Penertiban Pasar Gisting, Pedagang Hamparan Mulai Tertib Masuk Area Pasar

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Naik Damri Menuju Tiongkok

Sabtu, 11 Jul 2026 - 14:54 WIB