Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 | 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN —– Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana akibat erupsi Anak Gunung Krakatau dengan memantau langsung kesiapan Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran.

Monitoring dilakukan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Puskesmas Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa (8/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Lampung turut menyerahkan bantuan berupa 500 masker 3 ply, 500 masker KN95, 1.000 masker kain, 200 pakaian hazmat, serta satu unit konsentrator oksigen kepada masyarakat melalui Destana Desa Cilimus dan Desa Sukajaya Lempasing.

Bantuan tersebut diharapkan mendukung kesiapan fasilitas dan masyarakat dalam menghadapi dampak kesehatan akibat aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau.

Wagub Jihan mengatakan bahwa pembentukan Destana oleh BPBD Provinsi Lampung sebelumnya telah disertai pelatihan dan pembekalan.

Karena itu, kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau menjadi momentum untuk memastikan kesiapan tersebut benar-benar dapat diterapkan ketika terjadi bencana.

“Dalam situasi seperti ini saya ingin mengecek kesiapan. Dalam membentuk Desa Tanggap Bencana ada pelatihan-pelatihan dan pembekalan yang diharapkan menjadi bekal ketika merespons suatu kebencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan struktur pengurus Destana, tetapi juga kemampuan masyarakat merespons secara cepat apabila terjadi kondisi darurat.

Dalam monitoring tersebut, Wagub Jihan meminta pengurus Destana menjelaskan skenario penanganan apabila terjadi erupsi yang lebih besar, gempa bumi, hingga potensi tsunami.

Di Desa Cilimus sendiri, pengurus Destana menyiapkan lokasi evakuasi di wilayah yang lebih tinggi, termasuk tenda dan dapur umum.

Baca Juga:  Bupati Ayu Buka TMMD Ke -130 TA 2026

Desa tersebut juga mengandalkan sistem peringatan dini berupa sirene yang dapat terdengar hingga wilayah sekitar.

Sementara itu, Destana Sukajaya Lempasing telah menyiapkan delapan titik evakuasi.

Desa yang memiliki wilayah lebih rendah tersebut menggunakan sistem penyebaran informasi berjenjang, mulai dari perangkat desa, kepala dusun, RT, hingga masyarakat.

Informasi peringatan juga disampaikan melalui masjid dan musala menggunakan interkom.

Wagub Jihan menekankan bahwa titik-titik evakuasi seharusnya sudah diketahui masyarakat sebelum bencana terjadi.

Dengan demikian, ketika peringatan dikeluarkan, warga dapat segera menuju lokasi evakuasi sambil membawa perlengkapan yang telah disiapkan dan salah satu yang ditekankan adalah Tas Siaga Bencana (TSB).

Wagub Jihan meminta setiap keluarga menyiapkan TSB untuk masing-masing anggota keluarga.

Tas tersebut harus ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga dapat segera dibawa ketika evakuasi diperlukan.

“Prinsipnya satu orang satu Tas Siaga Bencana dan ditaruh di tempat yang terjangkau, jangan ditaruh di gudang atau tempat yang tidak bisa dijangkau,” ujarnya.

TSB dapat berisi kebutuhan dasar seperti air minum, pakaian, obat-obatan, makanan ringan, surat berharga, uang, serta perlengkapan tambahan seperti senter dan radio komunikasi.

Wagub Jihan juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan waspada menyikapi aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.

Masyarakat diminta menggunakan masker dan, jika memungkinkan, kacamata saat beraktivitas di luar rumah dan makanan serta minuman juga perlu ditutup untuk mencegah paparan abu vulkanik.

“Partikel dari abu vulkanik itu bukan seperti debu biasa,” tegasnya.

Baca Juga:  APINDO Diharap Perkuat Ekosistem Usaha dan Pemberdayaan UMKM

Ia mengatakan bahwa pemerintah juga menerima laporan adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di sejumlah wilayah.

Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama paparan abu vulkanik masih terjadi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran Sopyan Agani mengatakan bahwa Pemkab Pesawaran telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan sejak menerima laporan aktivitas erupsi pada Sabtu sore.

Dinas Kesehatan kemudian membuka posko dan mendistribusikan masker kepada masyarakat.

Hingga saat ini, pembagian masker telah dilakukan di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran dengan jumlah sekitar 80.000 masker.

BPBD Kabupaten Pesawaran juga mendistribusikan bantuan masker, terutama ke empat kecamatan yang berada di wilayah pesisir.

Selain bantuan, Pemkab Pesawaran memanfaatkan grup komunikasi Desa Tangguh untuk menyebarkan informasi kebencanaan secara real-time.

Informasi perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau diteruskan secara berkala, termasuk setiap enam jam.

Sopyan meminta kepala desa dan camat, khususnya di wilayah pesisir, memastikan seluruh kepala desa kembali aktif dalam grup komunikasi tersebut agar tidak kehilangan informasi penting terkait perkembangan situasi.

Di sisi lain, Sopyan menyebut seluruh desa di Kabupaten Pesawaran secara legal telah dibentuk sebagai Desa Tangguh. Namun, sebagian desa masih membutuhkan penguatan kapasitas melalui pelatihan dan pembekalan.

“Pembentukan sudah kita lakukan. Ke depan, mudah-mudahan untuk penguatan Desa Tangguh bisa kita laksanakan,” pungkasnya.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok
488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 26 Oktober 2026 ini memperlihatkan rumah-rumah prefabrikasi di lokasi relokasi warga desa yang terdampak gempa di Maru, wilayah Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Bencana

Tiga Hari Gempa, Warga Tempati Rumah di Xizang, Tiongkok

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:22 WIB

Sebuah kendaraan militer Israel berpatroli saat operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 25 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

488 Keluarga Palestina Terdampak Operasi Militer Israel

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:15 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB