M Khoizin Tekankan Pengawasan Tata Ruang Sebagai Kunci Mitigasi Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang merupakan kunci utama dalam upaya mitigasi bencana di berbagai daerah. Menurutnya, bencana yang terus berulang di sejumlah wilayah tidak terlepas dari lemahnya pengendalian dan penegakan aturan tata ruang.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri ATR/Kepala BPN, Menteri PANRB, BKN, dan LAN yang membahas pengawasan penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan daerah lainnya. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Komisi II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,

Muhammad Khozin menjelaskan bahwa secara regulasi pemerintah daerah telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Namun dalam praktiknya, masih banyak ditemukan pelanggaran pemanfaatan ruang yang justru meningkatkan risiko bencana.

Baca Juga:  Sinergi dan Kolaborasi GTRA Mesuji, Perkuat Komitmen Reforma Agraria

“Masalahnya bukan pada ketiadaan aturan, tetapi pada konsistensi pelaksanaan dan pengawasannya. Banyak kawasan yang seharusnya tidak boleh dibangun, justru dijadikan pemukiman,” ujarnya.

Ia mencontohkan masih maraknya pembangunan di bantaran sungai, daerah aliran sungai, serta kawasan rawan genangan dan longsor. Kondisi tersebut, kata Khozin, membuat dampak bencana semakin besar ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau cuaca ekstrem.

Menurutnya, revisi tata ruang yang dilakukan pascabencana harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat di lapangan. Tanpa pengendalian yang konsisten, kebijakan tata ruang hanya akan menjadi dokumen administratif tanpa dampak nyata.

Baca Juga:  Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’

“Kalau tata ruang direvisi tetapi pengawasannya tetap lemah, maka bencana serupa akan terus berulang. Ini yang harus kita hentikan,” tegasnya.

Komisi II, lanjut Khozin, mendorong Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat pembinaan serta pengawasan kepada pemerintah daerah dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Ia menekankan bahwa mitigasi bencana tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi harus dimulai dari pencegahan melalui penataan ruang yang tertib dan berkelanjutan. “Mitigasi itu soal mencegah risiko sejak awal. Tata ruang yang diawasi dengan baik adalah fondasi utamanya,” pungkas Muhammad Khozin.


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Udara Bandarlampung Aman!
Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Berita Terbaru

Berita Utama

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Okt 2026 - 21:54 WIB

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB