Kristomei: Karhutla Lampung, 110 Titik Api, 68 Ha Masih Terbakar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) harus dilakukan secara terpadu, dengan memastikan upaya pemadaman berjalan efektif dan dampak asap terhadap masyarakat sekitar mendapat perhatian serius.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat meninjau langsung penanganan karhutla bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi di kawasan TNWK, Lampung Timur, Sabtu (24/10). Peninjauan juga dilakukan melalui pemantauan sejumlah titik kebakaran menggunakan helikopter untuk melihat kondisi lapangan dan menentukan kebutuhan penanganan.

Gubernur Mirza menjelaskan, kondisi kebakaran di bagian utara TNWK menghadirkan tantangan tersendiri. Selain karakteristik lahan bergambut yang menyulitkan pemadaman, kecepatan angin yang tinggi dan jauhnya sumber air turut memengaruhi upaya pengendalian api.

Kebakaran yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir juga menimbulkan asap yang berdampak pada permukiman masyarakat di sekitar kawasan.

“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Gubernur Mirza.

Menurut Gubernur, percepatan pemadaman perlu terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, dukungan peralatan, serta pembagian personel yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga:  Fitria Khasanah Bawa ‘Garuda Shield’ Kompetisi di Kartika Cyber Hackathon 2026

Sekitar 360 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla ini, termasuk sekitar 330 personel TNI, bersama unsur BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya.

Upaya pemadaman dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari pengerahan helikopter untuk water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penggunaan pompa, selang, dan pipa panjang untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 06.44 WIB, terdeteksi 110 titik api di Provinsi Lampung, dengan sekitar 68 hektare area yang dilaporkan masih belum padam.

BNPB juga menilai penggunaan pompa dengan selang sepanjang hampir tiga kilometer cukup efektif untuk mendukung pemadaman. Peralatan tersebut akan diupayakan untuk diperbanyak agar jangkauan penanganan dapat diperluas.

Kesehatan Warga Terdampak Asap Jadi Perhatian

Di tengah upaya pemadaman, Gubernur Mirza turut menaruh perhatian pada masyarakat di sekitar TNWK yang terdampak asap kebakaran. Saat berinteraksi dengan warga, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pengecekan kesehatan, terutama untuk mengetahui dampak paparan asap terhadap pernapasan dan kondisi paru-paru.

Langkah ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak, seiring penanganan kebakaran terus dilakukan.

Gubernur juga mengajak masyarakat mendoakan para personel TNI dan relawan yang setiap hari berjuang memadamkan api di dalam kawasan TNWK.

Baca Juga:  Tinjauan Manajemen Strategik: Wacana Pengalihan Gaji ASN Melalui Koperasi Merah Putih

Evaluasi Penyebab Kebakaran dan Pencegahan

Selain mempercepat pemadaman, pemerintah juga akan mengevaluasi penyebab kebakaran, khususnya pada titik-titik yang berada di sekitar permukiman. Evaluasi dilakukan bersama aparat penegak hukum dan unsur terkait untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu faktor alam atau aktivitas manusia.

Kristomei mengingatkan bahwa upaya keras para petugas di lapangan perlu didukung kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Di satu sisi, ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memadamkan api. Karena itu, jangan sampai di sisi lain masih ada yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya dirasakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama BNPB dan seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat pengendalian karhutla di TNWK. Upaya ini diarahkan tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga mengurangi dampak asap terhadap masyarakat, melindungi ekosistem kawasan, serta mencegah munculnya kebakaran baru.

Pemerintah mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan karhutla berjalan optimal dan risiko kebakaran serupa dapat ditekan. []


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Lampung Timur

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Gerebek Dua Lokasi Sarang Narkoba, 3 Tersangka Diamankan
PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi ke Tiongkok
HUT ke 10 RSUD RBC, Bupati Mesuji Resmikan Gedung Hemodialisa
Lelang Aset Eks Kantor Imigrasi Kotabumi Disinyalir Langgar Prosedural
Rute Shenzhen-Jakarta Kembali Beroperasi
KJRI Guangzhou Bukukan Transaksi 90 Juta $ AS pada TEI ke-41
Reformasi DK PBB Batasi Keterwakilan Negara Maju
Kerja sama Indonesia-Tiongkok Buka Jalan Pengembangan Talenta

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:16 WIB

Kristomei: Karhutla Lampung, 110 Titik Api, 68 Ha Masih Terbakar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres Mesuji Gerebek Dua Lokasi Sarang Narkoba, 3 Tersangka Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:12 WIB

PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi ke Tiongkok

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WIB

HUT ke 10 RSUD RBC, Bupati Mesuji Resmikan Gedung Hemodialisa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Lelang Aset Eks Kantor Imigrasi Kotabumi Disinyalir Langgar Prosedural

Berita Terbaru

Berita Utama

HUT ke 10 RSUD RBC, Bupati Mesuji Resmikan Gedung Hemodialisa

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:09 WIB