Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILustrasi Gejolak Thailand Selatan

ILustrasi Gejolak Thailand Selatan

BANGKOK-Kabinet Thailand pada Selasa (11/8) menyetujui usulan Kementerian Pendidikan Thailand untuk menjadikan keselamatan sekolah sebagai agenda nasional, menyusul insiden penembakan massal di sebuah sekolah menengah di luar Bangkok pekan lalu yang menewaskan sembilan orang.

Langkah itu bertujuan untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di institusi pendidikan secara sistematis, guna melindungi anak-anak, guru dan tenaga pendidik di seluruh negara tersebut, ujar Patdarasm Thongsaluaykorn, wakil juru bicara pemerintah Thailand.

Berdasarkan pengumuman kementerian yang langsung diberlakukan, Patdarasm menyampaikan bahwa seluruh sekolah telah ditetapkan sebagai “Zona Keselamatan Sekolah” dan wajib mendirikan pusat perlindungan hak, kebebasan, dan keselamatan di lingkungan mereka, menyusun dan melatih rencana tanggap darurat, serta berkoordinasi dengan kepolisian maupun instansi lainnya.

Baca Juga:  Pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Sumbar dan Seminar Nasional

Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan bahwa inti dari pendekatan tersebut adalah mencegah risiko sebelum insiden terjadi melalui pemeriksaan dan penyaringan ketat terhadap senjata, barang ilegal dan benda berbahaya sebelum memasuki sekolah, di samping sistem dukungan kesehatan mental yang mencakup kesejahteraan fisik dan psikologis siswa, guru, juga staf.

Kementerian itu bekerja sama dengan para psikolog dari Universitas Chulalongkorn dan tim krisis dari Departemen Kesehatan Mental Thailand untuk menangani mereka yang terdampak, dan sedang menyiapkan “Ruang Aman” untuk pemulihan psikologis, imbuh Thongsaluaykorn.

Baca Juga:  Korban Penusukan di Pemukiman Paguyuban Register 45 Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Kapolres Mesuji

Untuk jangka panjang, juru bicara tersebut menyatakan bahwa kementerian itu sedang menyusun kerangka legislasi tentang keselamatan sekolah dan akan memantau kondisi mental mereka yang terdampak, serta melakukan skrining gangguan stres pascatrauma pada bulan pertama, ketiga, dan keenam. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB