BANGKOK-Kabinet Thailand pada Selasa (11/8) menyetujui usulan Kementerian Pendidikan Thailand untuk menjadikan keselamatan sekolah sebagai agenda nasional, menyusul insiden penembakan massal di sebuah sekolah menengah di luar Bangkok pekan lalu yang menewaskan sembilan orang.
Langkah itu bertujuan untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di institusi pendidikan secara sistematis, guna melindungi anak-anak, guru dan tenaga pendidik di seluruh negara tersebut, ujar Patdarasm Thongsaluaykorn, wakil juru bicara pemerintah Thailand.
Berdasarkan pengumuman kementerian yang langsung diberlakukan, Patdarasm menyampaikan bahwa seluruh sekolah telah ditetapkan sebagai “Zona Keselamatan Sekolah” dan wajib mendirikan pusat perlindungan hak, kebebasan, dan keselamatan di lingkungan mereka, menyusun dan melatih rencana tanggap darurat, serta berkoordinasi dengan kepolisian maupun instansi lainnya.
Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan bahwa inti dari pendekatan tersebut adalah mencegah risiko sebelum insiden terjadi melalui pemeriksaan dan penyaringan ketat terhadap senjata, barang ilegal dan benda berbahaya sebelum memasuki sekolah, di samping sistem dukungan kesehatan mental yang mencakup kesejahteraan fisik dan psikologis siswa, guru, juga staf.
Kementerian itu bekerja sama dengan para psikolog dari Universitas Chulalongkorn dan tim krisis dari Departemen Kesehatan Mental Thailand untuk menangani mereka yang terdampak, dan sedang menyiapkan “Ruang Aman” untuk pemulihan psikologis, imbuh Thongsaluaykorn.
Untuk jangka panjang, juru bicara tersebut menyatakan bahwa kementerian itu sedang menyusun kerangka legislasi tentang keselamatan sekolah dan akan memantau kondisi mental mereka yang terdampak, serta melakukan skrining gangguan stres pascatrauma pada bulan pertama, ketiga, dan keenam. []
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta

















