DPR Dukung Kebijakan Kemensos Tangguhkan Bansos Bagi Keluarga Terindikasi Judol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Surahman Hidayat, mendukung kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) menangguhkan bantuan sosial (bansos) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi terlibat judi daring atau judol.

Kemensos sebelumnya menemukan lebih dari 1.494.652 KPM yang terindikasi terkait aktivitas judi online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 794.475 KPM diketahui merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Surahman menilai bansos, termasuk PKH, merupakan bentuk perlindungan sosial yang ditujukan untuk membantu keluarga miskin dan rentan memenuhi kebutuhan pokok.

Menurut dia, bantuan tersebut semestinya dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga, terutama pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi. Penggunaan dana bantuan untuk judi online dinilai dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga.

Baca Juga:  Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati Meliputi RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan,Kekerasan Seksual

“PKH adalah amanah negara untuk keluarga miskin dan rentan. Sangat berbahaya jika ada penerima yang malah menggunakannya untuk judi online,” kata Surahman pada Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, Surahman mengingatkan Kemensos agar tidak hanya mengandalkan data dalam mengambil keputusan penangguhan bantuan.

Proses verifikasi dan validasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penerima yang ditindak memang terindikasi terlibat judi online.

“Kami mendukung langkah Kemensos menangguhkan bansos bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi judi online. Namun, verifikasi perlu dilakukan dengan cermat, jangan sampai salah mengenali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Surahman juga menilai upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi dan literasi digital. Penerima bansos perlu mendapatkan pemahaman mengenai risiko judi online, termasuk dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan keharmonisan keluarga.

Baca Juga:  Presiden Prabowo: Indonesia Sambut Investasi China

Ia meminta pendamping PKH tidak hanya berperan dalam memastikan program berjalan, tetapi juga aktif memberikan sosialisasi kepada penerima manfaat.

“Pendamping PKH juga harus aktif mengingatkan para penerima agar bantuan digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan gizi. Judi online adalah ancaman serius yang bisa menghancurkan masa depan keluarga miskin,” tuturnya.

Menurut Surahman, persoalan judol yang melibatkan masyarakat penerima bansos tidak cukup ditangani melalui penghentian atau penangguhan bantuan.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB