KUNMING-Di pesisir selatan Danau Dianchi di Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya, sebuah kampung halaman yang pernah terhubung dengan salah satu pelayaran maritim paling luar biasa di dunia kini mengisahkan jalinan persahabatan yang telah bertahan selama lebih dari enam abad.
Distrik Jinning, yang dikenal sebagai kampung halaman pelaut tersohor China Zheng He (Laksamana Cheng Ho), terus melestarikan warisan sejarahnya sembari memanfaatkan budaya untuk menjalin hubungan baru antara orang-orang dari berbagai negara.

Foto yang diabadikan pada 11 Juli 2026 ini menunjukkan para murid sedang mengamati sebuah model kapal yang meniru kapal harta Zheng He (Laksamana Cheng Ho) pada masa Dinasti Ming, yang dipamerkan di sebuah museum di Distrik Jinning, Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xin)
Lebih dari 600 tahun lalu, Zheng He memimpin tujuh pelayaran melintasi samudra pada masa Dinasti Ming, mengomandoi armada besar yang mengarungi lebih dari 30 negara dan wilayah di Asia dan Afrika, termasuk kawasan yang kini menjadi bagian dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Dalam pelayaran tersebut, armada Zheng He membawa beragam komoditas khas China seperti porselen dan teh, sembari melakukan pertukaran pengetahuan pertanian, kerajinan tangan, serta kebudayaan dengan masyarakat di sepanjang jalur pelayaran tersebut. Perjalanan monumental ini meninggalkan warisan berupa pertukaran damai dan saling pengertian.
Kini, semangat tersebut terus bergelora di Jinning, dengan kampung halaman Zheng He tersebut telah bertransformasi menjadi destinasi budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta















