Keamanan PT Sugar Group Company Keroyok Warga

Rabu, 8 November 2023 | 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Anis
TULANGBAWANG-Belasan warga diserang oleh ratusan pekerja PT Sugar Group Company (PT.SGC) yang berada di Wilayah Tulang Bawang. Tepatnya di Kilometer 26 Kampung Bakung Ilir. Akibatnya warga mengalami luka luka , Rabu (8/11).

Informasi diperoleh, penyerangan terjadi ketika sejumlah warga sedang menduduki lahan yang berada di wilayah PT Sugar. Warga bernama Zaidi yang mengalami penyerangan mengaku dari 12 orang warga Bakung Ilir yang di serang tersebut mengakibatkan 3 warga luka serius dan 1 sobek bagian hidung termasuk dirinya.

“Saya bersama warga yang lain menduduki lahan tersebut sudah 29 hari untuk bercocok tanam, lahan itu milik kami, saya sendiri punya hak sejak 2003, tapi tiba-tiba hari ini ratusan Satpam dengan Pam swakarsa dengan Kopasus buang tembakan, membubarkan rumah saya dari indo Lampung PT SGC ngeroyok Dirinya juga mengatakan bahwa pihak perusahaan sudah pernah meminta untuk memediasi persoalan lahan tersebut, tapi ternyata bukan mediasi malah penganiayaan yang mereka terima.

“Perusahaan pernah minta dengan Polres untuk bisa di mediasi, tapi bukan mediasi yang kami terima malah penganiayaan yang kami terima”, tambahnya

Kembali Zaidi menambahkan bahwa ia dan warga yang menerima perlakuan tersebut akan segera melaporkan ke Polda Lampung guna menempuh jalur hukum.

Baca Juga:  Eks Tenaga Ahli Ketua Komisi XI DPR Bantah Isu Penjualan Pita Cukai Rokok

“Mau ke Kapolda hari ini saya mau ngadu ke Kapolda, saya di keroyok sampek satpam ribuan satpam ini dengan kopasus segala macam buang tembak 3 kali itu, bunuh, bunuh, bunuh kata pak Jinggo itu”, tutup zaidi . kami dan saya dengar bunuh-bunuh-bunuh mereka ingin bunuh kami “, ungkap Zaidi.

Zaidi juga menjelaskan bahwa dirinya kerumah sakit umum Daerah Menggala RSUDM untuk melakukan Visum bersama warga seperti dilansir radar24.id, jaringan media JMSI Lampung.

“Hari ini kami visum, orang empat yang visum (4) anak saya sudah patah ini belah hidungnya ngeluarkan darah, saya dipukul kepala saya ini sampai benjol,”jelas Zaidi.

Zaidi dan 3 warga lainya mengungkapkan harapannya kepada Presiden Republik Indonesia bapak Ir. H. Joko Widodo dan Kapolri agar dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi pada mereka.

“Tolong dulu dengan Pak Jokowi, mohon minta bantu dengan bapak Kapolri, saya ini kehilangan hak dari 2003 di ambil oleh perusahan sampai sekarang tanah saya masih di anggap sengketa,”pinta Zaidi.

Dari salah satu warga juga menjelaskan bahwa sebelum terjadi penganiayaan, PT SGC pernah melaporkan masyarakat adat ke Polres Tulangbawang dengan laporan penyerobotan lahan, namun setelah melihat bukti-bukti yang sumbernya dari masyarakat atau warga sekitar itu tidak di temukan penyerobotan bahkan sebaliknya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pimpin Rapat Koordinasi Gempa NTT

“Jadi sebelum terjadi penganiayaan hari ini, PT SGC pernah melaporkan masyarakat adat ke polres tulang bawang, namun karna Masyarakat adat memiliki bukti-bukti secara administrasi yang lengkap ternyata bukan masyarakat yang menyerobot melainkan perusahaan yang menyerobot,” urainya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pihak perusahaan sudah pernah meminta untuk memediasi persoalan lahan tersebut, tapi ternyata bukan mediasi malah penganiayaan yang mereka terima.

“Perusahaan pernah minta dengan polres untuk bisa di mediasi, tapi bukan mediasi yang kami terima malah penganiayaan yang kami terima,”tambahnya

Kembali Zaidi menambahkan bahwa ia dan warga yang menerima perlakuan tersebut akan segera melaporkan ke Polda Lampung guna menempuh jalur hukum

“Mau ke Kapolda hari ini saya mau ngadu ke Kapolda, saya di keroyok satpam ribuan satpam ini dengan Kopasus segala macam buang tembakan 3 kali itu, bunuh, bunuh, bunuh kata pak Jinggo itu,”tutup Zaidi .##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kepala BNPT RI Apresiasi Film Toleransi “Ageman” 
Bimtek Review SAKIP, Dorong Kinerja Perangkat Daerah
Iran: Syarat Perundingan dengan AS sudah Disampaikan oleh Qatar
Menteri LH: Presiden RI Lakukan Pengendalian Perubahan Iklim
Kronologi Temuan Ombudsman soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Soal Lapas Cibinong, Ketua DPR: Sanksi Tegas Bila Terbukti 
Pendidikan Dasar Gratis Tak Cukup Hapus Biaya, Ledia Hanifah Soroti Sekolah Rusak dan Ketimpangan 3T
Sufmi Dasco : RUU Ketenagakerjaan Selesai Bulan Oktober

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:34 WIB

Kepala BNPT RI Apresiasi Film Toleransi “Ageman” 

Kamis, 24 September 2026 - 21:28 WIB

Bimtek Review SAKIP, Dorong Kinerja Perangkat Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 21:23 WIB

Iran: Syarat Perundingan dengan AS sudah Disampaikan oleh Qatar

Kamis, 24 September 2026 - 21:17 WIB

Menteri LH: Presiden RI Lakukan Pengendalian Perubahan Iklim

Kamis, 24 September 2026 - 21:11 WIB

Kronologi Temuan Ombudsman soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Berita Terbaru

Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono

Berita Utama

Kepala BNPT RI Apresiasi Film Toleransi “Ageman” 

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:34 WIB

Berita Utama

Bimtek Review SAKIP, Dorong Kinerja Perangkat Daerah

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:28 WIB


Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menghadiri taklimat pers di Teheran, Iran, pada 24 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Iran: Syarat Perundingan dengan AS sudah Disampaikan oleh Qatar

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:23 WIB

Jumhur Hidayat Menteri KLH di PBB

Berita Utama

Menteri LH: Presiden RI Lakukan Pengendalian Perubahan Iklim

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:17 WIB