Kafe, Mencari Jeda di Tengah Rutinitas Metropolitan

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kafe Mencari Jeda Seharian Kerja

Kafe Mencari Jeda Seharian Kerja

JAKARTA – Di tengah padatnya aktivitas metropolitan seperti Jakarta, perjalanan pulang tidak selalu menjadi akhir dari kesibukan seseorang. Bagi sebagian orang, ada satu tempat yang kerap menjadi persinggahan singkat sebelum benar-benar mengakhiri hari yaitu kafe.

Bukan sekadar tempat membeli minuman, kafe kini menjadi ruang untuk mengambil jeda. Sebagian orang datang untuk melepas lelah setelah bekerja, berbincang sejenak dengan rekan kerja, menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas, atau sekadar menikmati waktu sendiri.

Di tengah mobilitas masyarakat perkotaan yang kian dinamis, kafe tidak lagi hanya menjadi tempat menikmati makanan dan minuman. Bagi sebagian orang, keberadaannya telah menjadi ruang singgah untuk beristirahat sejenak, menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar menikmati suasana sebelum melanjutkan aktivitas.

Bagi sebagian pelanggan, beberapa menit yang dihabiskan di dalam kafe menjadi momen untuk mengubah suasana hati setelah seharian beraktivitas.

“Saya biasanya mampir sekitar 10 sampai 15 menit sebelum pulang. Bukan karena harus minum kopi, tetapi karena ingin berhenti sejenak setelah bekerja,” ujar Dimas (29), seorang karyawan swasta, kepada Xinhua pada Minggu (26/7) lalu di salah satu kafe di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Cegah Child Grooming, KKN UIN Edukasi SMPN 13 Bandar Lampung

Menurut Dimas, kebiasaan tersebut membantunya memisahkan suasana kerja dengan kehidupan pribadi. Setelah menyelesaikan pekerjaan, dia merasa perlu memberikan waktu bagi dirinya sendiri sebelum melanjutkan aktivitas di rumah.

“Kalau langsung pulang saat masih lelah, rasanya pikiran tentang pekerjaan masih terbawa. Duduk sebentar di kafe membuat saya merasa lebih rileks,” kata­­­­nya.

Hal serupa juga dirasakan Ayu (27), seorang pekerja kreatif. Dia mengaku kerap menyempatkan diri mampir ke kafe seusai bekerja.

“Saya biasanya membeli minuman, lalu duduk sebentar sambil membuka laptop atau membaca. Suasana di kafe membuat saya merasa lebih tenang sebelum pulang,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung berbincang di area duduk, sementara seorang staf bersiap menghampiri pelanggan di sebuah kafe yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 26 Juli 2026. (Xinhua/Annisa Ayu)

Fenomena tersebut juga diamati oleh Putri (24), seorang staf di kafe tersebut. Menurutnya, pelanggan mulai ramai berdatangan sekitar pukul 17.00 hingga malam hari.

“Sebagian besar pelanggan yang datang pada jam-jam itu merupakan pekerja kantoran, mahasiswa, dan pelajar yang baru menyelesaikan aktivitas mereka,” kata Putri.

Baca Juga:  Lindungi Gajah hingga Badak Sumatera, DPR Dorong Sistem Deteksi Dini Karhutla di Way Kambas

Menurut Putri, setiap pelanggan memiliki tujuan yang berbeda saat datang ke kafe. Sebagian ingin mencari suasana yang lebih tenang untuk melepas penat setelah beraktivitas. Ada pula yang memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, sementara yang lain memilih melanjutkan pekerjaan menggunakan laptop.

“Biasanya mereka membeli makanan dan minuman, lalu duduk hingga selesai menikmatinya sebelum pulang. Ada juga pelanggan yang kembali memesan makanan atau minuman agar bisa menghabiskan waktu lebih lama di kafe,” ujarnya.

Menurut Putri, suasana yang nyaman menjadi salah satu alasan pelanggan memilih singgah di kafe. Bagi sebagian orang, waktu yang dihabiskan di sana menjadi jeda singkat untuk mengembalikan energi setelah menjalani aktivitas seharian.

Di tengah mobilitas masyarakat perkotaan yang terus bergerak, kebiasaan singgah sejenak di kafe menunjukkan bahwa jeda, meski hanya berlangsung beberapa menit, menjadi bagian dari cara sebagian orang menutup hari. []


Penulis : Heri S


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi, DPR Soroti Regulasi Tumpang Tindih
Kapolres Mesuji Pimpin Langsung Pemadaman 13 Titik Kebakaran Lahan Status High
Eks Tenaga Ahli Ketua Komisi XI DPR Bantah Isu Penjualan Pita Cukai Rokok
Arthur Samosir, Tokoh Pemuda Batak Bersatu Turut Bintangi Film Toleransi Ageman
DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data
Daniel Priyadinata Bantah Isu Bakal Maju Jadi Ketua DPC Demokrat Lampung Utara
Kajari Lampung Selatan Serahkan Penetapan Perwalian, Dinas Sosial Kawal Hak Delapan Anak Yayasan Bussaina Lampung
KPK OTT Kasus HGB Di Bogor Sita Uang Tunai Ratusan Miliar Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:02 WIB

RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi, DPR Soroti Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 15 September 2026 - 17:58 WIB

Kapolres Mesuji Pimpin Langsung Pemadaman 13 Titik Kebakaran Lahan Status High

Selasa, 15 September 2026 - 15:52 WIB

Eks Tenaga Ahli Ketua Komisi XI DPR Bantah Isu Penjualan Pita Cukai Rokok

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Arthur Samosir, Tokoh Pemuda Batak Bersatu Turut Bintangi Film Toleransi Ageman

Selasa, 15 September 2026 - 14:23 WIB

DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi, DPR Soroti Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:02 WIB

#indonesiaswasembada

Kapolres Mesuji Pimpin Langsung Pemadaman 13 Titik Kebakaran Lahan Status High

Selasa, 15 Sep 2026 - 17:58 WIB

#indonesiaswasembada

Eks Tenaga Ahli Ketua Komisi XI DPR Bantah Isu Penjualan Pita Cukai Rokok

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data

Selasa, 15 Sep 2026 - 14:23 WIB