Lindungi Gajah hingga Badak Sumatera, DPR Dorong Sistem Deteksi Dini Karhutla di Way Kambas

Jumat, 4 September 2026 | 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mendesak perubahan strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan menunggu kebakaran terjadi.

Hal itu disampaikan Firman saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke TN Way Kambas, untuk memantau langsung kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di kawasan konservasi tersebut.

Way Kambas merupakan habitat penting bagi sejumlah satwa dilindungi, termasuk gajah, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Kawasan tersebut juga berstatus ASEAN Heritage Park sehingga memiliki nilai ekologis dan konservasi yang sangat strategis.

Dalam dialog bersama Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas dan jajaran, Firman menilai pola penanganan karhutla perlu diubah dari pendekatan pemadaman setelah kejadian menjadi pencegahan sejak dini.

“Hari ini kita lihat langsung. Prinsipnya harus kita balik. Jangan ‘padam setelah terjadi’, tapi ‘cegah duluan’. Karena mencegah itu jauh lebih murah, lebih cepat, dan menyelamatkan nyawa satwa dan manusia,” tegas Firman, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:  Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau

Firman mencontohkan pola penanganan karhutla di China yang menurutnya dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Ia menekankan tiga langkah utama, yakni mencegah sejak awal, mendeteksi kebakaran secara cepat, dan bergerak bersama ketika api membesar.

Pertama, pencegahan dilakukan dengan memperketat larangan pembukaan lahan menggunakan api, meningkatkan edukasi masyarakat di desa penyangga, serta memperkuat sekat bakar dan Kampung Siaga Karhutla.

Kedua, deteksi dini perlu diperkuat melalui pemasangan kamera pemantau selama 24 jam dan penggunaan drone untuk menemukan titik api sedini mungkin.

Ketiga, ketika kebakaran membesar, penanganan harus dilakukan secara terpadu melalui pengerahan kekuatan dari darat dan udara.

“Kuncinya cuma tiga: cegah duluan, deteksi cepat, dan bergerak bareng. Ini yang harus segera kita terapkan di Way Kambas,” ujar Firman.

Baca Juga:  720.000 Pelajar Palestina Kehilangan Akses Pendidikan

Minta Jalur Evakuasi Satwa

Selain pencegahan kebakaran, Firman juga menyoroti aspek keselamatan satwa apabila terjadi karhutla di kawasan TN Way Kambas.

Ia meminta pengelola taman nasional memastikan ketersediaan jalur evakuasi satwa, embung air di zona inti, serta standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan apabila gajah, badak, maupun harimau terdampak asap dan kebakaran.

“Way Kambas ini ASEAN Heritage Park. Ini rumah terakhir Badak Sumatera. Kalau Way Kambas terbakar, kita kehilangan warisan dunia. Negara wajib hadir penuh di sini,” katanya.

Firman memastikan Komisi IV DPR RI akan mengawal kebutuhan tambahan anggaran untuk memperkuat sarana dan prasarana pencegahan serta deteksi dini karhutla di TN Way Kambas dalam pembahasan APBN. (*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI
Komisi II DPR Bahas RUU Pemilu Saat Reses
Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian
Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’
KWP Terus Rawat Persatuan dan Soliditas
ALih Fungsi Lahan Penyebab Banjir
Trafik Tol Sumatera Hanya 50%, BAKN Cari Bisnis Lain
Kemenko IPK Atensi Pemanfaatan Disposal Oleh Pemkab Mesuji
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Motif Penyerangan Mahasiswa UI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Komisi II DPR Bahas RUU Pemilu Saat Reses

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:37 WIB

KWP Terus Rawat Persatuan dan Soliditas

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB