Wapres JD Vance; AS Selidiki Serangan Pesta Pernikahan di Iran

Jumat, 4 September 2026 | 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 6 April 2026 ini menunjukkan reka ulang suasana ruang kelas dalam acara memorial yang digelar di Teheran, Iran, untuk mengenang para murid sekolah dasar yang tewas akibat serangan rudal di Iran selatan. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 6 April 2026 ini menunjukkan reka ulang suasana ruang kelas dalam acara memorial yang digelar di Teheran, Iran, untuk mengenang para murid sekolah dasar yang tewas akibat serangan rudal di Iran selatan. (Xinhua)

WASHINGTON-Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance pada Kamis (3/9) menyampaikan bahwa AS sedang menyelidiki sebuah serangan yang menurut Teheran menghantam sebuah pesta pernikahan di Iran selatan, sehingga kembali menyoroti jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil akibat operasi militer AS di negara Timur Tengah tersebut.

“Kami menyelidikinya karena tentu saja kami peduli. Kami ingin mengetahuinya,” ujar Vance dalam konferensi pers di Gedung Putih.

“Jika kami memang membuat kesalahan, sekali lagi, ini adalah perbedaan yang besar antara kami dan Iran, ketika militer kami membuat kesalahan, mereka belajar dari hal tersebut untuk berupaya menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Baca Juga:  Udara Bandarlampung Aman!

Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat (CENTCOM) AS, pada Rabu (2/9) menuturkan bahwa militer AS sedang mendalami laporan terkait serangan terhadap pesta pernikahan tersebut. Media Iran pada Rabu melaporkan bahwa serangan AS pada Selasa (1/9) malam menghantam pesta pernikahan di wilayah Sirik di Provinsi Hormozgan, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 68 lainnya.

Menurut laporan tersebut, sebuah rudal AS menghantam sebuah rumah tempat puluhan orang berkumpul untuk menghadiri pernikahan putri seorang nelayan. Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Rabu menggambarkan serangan itu sebagai “upaya putus asa AS untuk menyembunyikan kekalahannya.”

Baca Juga:  Wagub Jihan: Sinergi dengan TNI Jaga Stabilitas Pembangunan

Pada 28 Februari, hari pertama perang AS-Israel terhadap Iran, sebuah serangan menghantam sekolah dasar putri di Minab, Iran selatan, dan menewaskan 168 orang, yang mayoritas di antaranya adalah anak-anak, menurut otoritas Iran. Bukti-bukti dari investigasi lanjutan mengarah pada rudal Tomahawk milik AS sebagai senjata yang digunakan dalam serangan tersebut.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Berita Terbaru


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan warga memeriksa lokasi pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:19 WIB