Iran Tinjau Pandangan AS Terkait Proposal Baru

Senin, 5 Oktober 2026 | 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEHERAN-Seorang diplomat senior Iran pada Minggu (4/10) mengatakan bahwa Iran saat ini sedang meninjau pandangan Amerika Serikat (AS) mengenai proposal terbaru Teheran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, demikiam menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi menyampaikan hal tersebut di Teheran, dengan mengatakan bahwa AS telah menyampaikan pandangannya tentang proposal Iran melalui para mediator. Dia menekankan bahwa proposal Iran merupakan “rencana tujuh hari” yang disampaikan kepada pihak lain oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi di New York pada akhir bulan lalu.

Gharibabadi mengatakan; “Pandangan AS saat ini sedang ditinjau di dalam negeri melalui jalur yang tepat,” seraya menambahkan bahwa kapan pun pandangan akhir Iran siap, tindakan yang diperlukan akan diambil melalui “jalur yang tepat.”

Baca Juga:  Interaksi Xi Jinping-Trump Pandu Hubungan Tiongkok-AS

Dia menambahkan bahwa Iran secara bersamaan juga melakukan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi skenario lainnya. Iran menyampaikan sebuah usulan rencana tujuh hari kepada AS pada 22 September untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, melalui para mediator di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan AS di kawasan tersebut, serta memperketat kendalinya atas Selat Hormuz. Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April. Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani sebuah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) mengenai pengakhiran perang di kawasan tersebut di semua lini.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak

Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan mengadakan perundingan dalam waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, untuk mencapai kesepakatan akhir. Namun, kedua pihak gagal mencapai kemajuan yang memadai menuju kesepakatan karena terus meningkatnya ketegangan. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Peringati HUT Ke-81, TNI Pakai PDU Baru
Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat
Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz
Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat
Komisi 3 Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Bawa 7 ‘Oleh-oleh’
Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’
Elon Musk Pimpin Proyek Pentagon; Kajian Perang Masa Depan
Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Peringati HUT Ke-81, TNI Pakai PDU Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Iran Tinjau Pandangan AS Terkait Proposal Baru

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat

Berita Terbaru

Berita TNI

Peringati HUT Ke-81, TNI Pakai PDU Baru

Senin, 5 Okt 2026 - 12:37 WIB

Berita Utama

Iran Tinjau Pandangan AS Terkait Proposal Baru

Senin, 5 Okt 2026 - 12:13 WIB

Foto yang diabadikan pada 30 September 2026 ini memperlihatkan upacara pembukaan Indonesia International Book Fair 2026 di Jakarta. (Xinhua)

Berita Utama

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:13 WIB

Berita Utama

Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:08 WIB

Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi pada 27 September 2026 ini menunjukkan orang-orang bereaksi di sebuah pasar setelah serangan udara, yang diduga dilakukan Arab Saudi, menargetkan pasar tersebut di Taiz, Yaman barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:07 WIB