JAKARTA-Total investasi Hongkong dan Tiongkok di Indonesia mencapai 17,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.006) sepanjang Januari-September 2026, melampaui total investasi Singapura yang membukukan 14 miliar dolar AS. Demikian menurut data yang dirilis oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa Hongkong menempati posisi kedua sebagai sumber investasi terbesar di Indonesia dengan nilai 12,8 miliar dolar AS atau 27,2 persen dari total investasi asing. Sementara itu, Tiongkok menduduki peringkat ketiga dengan nilai 5 miliar dolar AS atau setara 10,5 persen dari total investasi asing.
Adapun, Singapura menempati posisi teratas dengan nilai investasi 14 miliar dolar AS atau 29,6 persen dari total investasi asing. Amerika Serikat menduduki posisi keempat dengan nilai 3,4 miliar dolar AS atau 7,1 persen, diikuti Jepang di posisi kelima dengan nilai investasi sebesar 2,6 miliar dolar AS atau 5,6 persen dari total investasi asing di Indonesia.
“Jika Hongkong dan Tiongkok digabungkan, nilai investasinya mencapai 17,8 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan Singapura yang mencatatkan 14 miliar dolar AS,” ujar Rosan dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Kuartal III (Q3) 2026 dan Januari-September 2026, dikutip dari kanal YouTube Kementerian Investasi dan Hilirisasi pada Selasa (20/10).
Secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.539,2 triliun sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut setara dengan 75,4 persen dari target investasi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yakni Rp2.041,3 triliun untuk 2026.
Tercatat, total penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi selama Januari-September 2026 mencapai 2.194.496 orang.
Berdasarkan sumber modal, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp777,8 triliun atau 50,5 persen dari total investasi. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp761,4 triliun atau 49,5 persen dari total investasi.
Selain itu, realisasi investasi pada Q3 2026 tercatat sebesar Rp528,7 triliun. Selama periode tersebut, total penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 745.634 orang. Kontribusi PMA mencapai Rp270,2 triliun atau 51,1 persen dari total investasi pada Q3 2026. Sementara itu, kontribusi PMDN mencapai Rp258,5 triliun atau 48,9 persen dari total investasi. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta


![CEGAH Gejolak ditengah warga. Stimulus kembali di gelontorkan pemerintah [Ds]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/DUIT-APBN-800x608.jpg)


![CEGAH Gejolak ditengah warga. Stimulus kembali di gelontorkan pemerintah [Ds]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/DUIT-APBN-225x129.jpg)





![CEGAH Gejolak ditengah warga. Stimulus kembali di gelontorkan pemerintah [Ds]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/06/DUIT-APBN-129x85.jpg)




