Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

LOS ANGELES- Seorang pria berusia 24 tahun asal Negara Bagian Kansas, Amerika Serikat (AS), ditangkap pada akhir pekan lalu karena diduga mengancam akan menembak Presiden AS Donald Trump menjelang kampanye Trump pada Senin (19/10) di negara bagian tersebut, demikian menurut Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Kansas.

Penyelidikan bermula pada Kamis (15/10), ketika sebuah petunjuk mengarahkan pihak berwenang ke komentar-komentar di Facebook yang dibuat tersangka, Jaden Read, pada artikel KAKE News yang merinci rencana kunjungan Trump ke Wichita, Kansas.

Menurut siaran pers yang dirilis kantor kejaksaan tersebut pada Senin, Read menulis: “Mari kita tembak Trump, sejujurnya, mana penembak kita? Saya sudah muak dengan hidup yang hanya soal uang ini.” Dia kemudian langsung menyusul dengan komentar kedua: “Saya baru saja mendapatkan peluru 308 dan 305 dan saya akan membunuh si pedofil ini.”

Baca Juga:  Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran

Pihak berwenang menemukan bahwa Read telah mengunggah dua ancaman tambahan pada artikel lain dari KWCH 12 News tentang kunjungan presiden tersebut. “Bisakah kita tembak dia di Kansas, tolong, saya sendiri yang akan melakukannya,” tulis Read dalam komentarnya. Semenit kemudian, dia menambahkan: “Saya tahu di mana pidatomu akan berlangsung. Sudah memetakan atap-atap di sekitar lokasi. Akan ‘di-Kirk-kan’ karena kalian tidak bisa menolongnya.”

Baca Juga:  Teguh Santosa: Dukungan Indonesia pada Palestina Makin Kuat

Penyelidik menyampaikan bahwa frasa “di-Kirk-kan” tampaknya merujuk pada pembunuhan aktivis politik Charlie Kirk (31) pada September 2025 di Universitas Utah Valley. Read ditangkap pada Sabtu (17/10) di Clearwater, Kansas, dan masih berada dalam tahanan federal menunggu sidang penahanan. Meski ada ancaman tersebut, Trump tetap menghadiri kampanye di Park City, Kansas, pada Senin malam waktu setempat untuk mendukung pencalonan kembali Senator Roger Marshall dari Partai Republik. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat
Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio
Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen
Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa
UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama
Syahganda Nainggolan: Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace
JMSI Tuba Gelar Diskusi Publik Fenomena El Nino dan Ketahanan Pangan
Palestina Ingatkan Dampak Pemangkasan Bantuan WFP di Gaza

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:30 WIB

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:45 WIB

UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama

Berita Terbaru

Berita Utama

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:30 WIB

Foto yang diabadikan pada 20 Oktober 2026 ini menunjukkan eksterior Broadcasting House British Broadcasting Corporation (BBC) di London, Inggris. (Xinhua)

Berita Utama

Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:03 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:48 WIB

Orang-orang berjalan melewati sebuah toko yang rusak akibat aksi unjuk rasa di Paris, Francis, pada 18 Oktober 2026. Presiden Francis Emmanuel Macron pada Minggu (18/10) berjanji akan menempuh langkah hukum terhadap para pelaku kekerasan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai penjuru negara itu pada Sabtu (17/10). (Xinhua)

Lainnya

Francis Perpanjang Jam Malam

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:00 WIB

Berita Utama

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:16 WIB