Hengki : Segera Tinggalkan Tanah Lampung!?

Minggu, 2 Maret 2025 | 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETEGANGAN yang terjadi di Universitas Malahayati, Bandarlampung, hendaknya dapat diselesaikan di internal keluarga. Para Tokoh meminta preman manapun segera tinggalkan Lampung!.

Tokoh Muda Lampung: Achmad Hengki Djazuli mendesak sekelompok preman yang konon memasuki Lampung tengah malam tadi untuk segera meninggalkan Lampung.

Achmad Hengki Djazuli yang sering disapa dengan Hengki ini khawatir akan mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang berpuasa. Yang lebih meresahkan, takut sebahagian kecil orang terpantik fiil pesengiri nya-rasa kehormatan  merasa diinjak-injak. Maka, tuntaslah sudah.

Dikatakan Hengki yang juga Ketua AWPI Pusat ini, Lampung memiliki sejarah panjang dengan adat dan budaya yang menjunjung tinggi kehormatan. Prinsip Pi’il Pesenggiri bukan sekadar semboyan, Tetapi ruh yang menjaga martabat orang Lampung agar tidak diinjak-injak oleh siapa pun. Kini, ketika sekelompok orang dari luar datang dengan tujuan yang mencurigakan, apakah kita akan membiarkan mereka mencabik-cabik marwah Lampung?.

Baca Juga:  Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

Kedatangan 200 orang dalam beberapa bus ke Universitas Malahayati menimbulkan banyak tanda tanya.. Ada dugaan kuat bahwa kedatangan mereka bukanlah sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari agenda tersembunyi. Oleh karenanya Hengki meminta kepada aparat kepolisian untuk menjaga dan segera memulangkan orang-orang yang tak diundang di maksud.

Terpisah, Ketua Umum Laskar Lampung, Ir. H. Nerozely Koenang, sudah menegaskan bahwa tidak boleh ada intervensi dari luar yang menciptakan keresahan.

Baca Juga:  PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi ke Tiongkok

“Apapun konfliknya, tidak boleh ada orang luar, terutama preman Ambon, masuk dan mengancam ketentraman di Lampung!” ujarnya dengan lantang.##


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara


Sumber Berita : Preman Ambon

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal
PM Italia: Belanja Keamanan Penting
Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil
Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS
30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding
Kamp Tinju di Bawah Jembatan Layang, Positif Broo
Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 13:19 WIB

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 November 2026 - 12:34 WIB

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 November 2026 - 09:36 WIB

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 November 2026 - 08:29 WIB

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 November 2026 - 07:43 WIB

30 Tewas dan 8 Terluka, Pemerintah Yaman dan Houthi Saling Tuding

Berita Terbaru

Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berbicara dalam sebuah konferensi pers di Teheran, Iran, pada 29 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Siap Hadapi AS, Iran: Sedang Tingkatkan Jangkauan Rudal

Minggu, 8 Nov 2026 - 13:19 WIB

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berbicara dalam sebuah konferensi pers di Roma, Italia, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

PM Italia: Belanja Keamanan Penting

Minggu, 8 Nov 2026 - 12:34 WIB

Bandar Lampung

Hanan Rozak: Golkar Solid di Bawah Bahlil

Minggu, 8 Nov 2026 - 09:36 WIB

Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein berbicara dalam sebuah konferensi pers bersama di Baghdad, Irak, pada 30 Juni 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Irak: Bentuk Komite ‘Akurkan’ Iran-AS

Minggu, 8 Nov 2026 - 08:29 WIB