782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 | 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menaruh keprihatinan mendalam atas ancaman penyebaran paham radikalisme yang kini secara masif menyasar kalangan anak-anak dan generasi muda.

Isu krusial tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) yang digelar DPRD Provinsi Lampung bersama pendiri NII Crisis Center sekaligus produser film Ageman, Ken Setiawan, di kawasan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/11/2026).

Dalam paparannya, Ken Setiawan membeberkan fakta miris mengenai 782 anak yang teridentifikasi terpapar doktrinasi radikal.

Menurutnya, persoalan ini berakar dari lemahnya kemampuan literasi kritis anak dalam memilah dan menyaring informasi di era digital.

“Anak-anak saat ini berada pada posisi membaca tetapi belum tentu memahami apa yang dibaca.

Ketika anak tidak terbiasa berpikir kritis, mereka sangat rentan dimanipulasi oleh kelompok radikal yang menawarkan doktrinasi sederhana seolah hanya ada pilihan benar-salah atau surga-neraka,” ujar Ken Setiawan

Baca Juga:  Danantara Ungkap Minat Investor Tiongkok pada PLTS, Tekstil, dan Hilirisasi Mineral

Ken menjelaskan, kelompok ekstremis kerap memanfaatkan celah psikologis anak-anak yang merasa kurang mendapatkan perhatian di lingkungan keluarga maupun sekolah dengan menawarkan rasa memiliki dan solidaritas palsu.

“Jangan sampai anak-anak kita cerdas menggunakan teknologi, namun mudah dimanipulasi oleh doktrin menyesatkan. Kita membutuhkan generasi yang kritis, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat terhadap Pancasila,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, S.E., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Ken Setiawan yang kini berada di garis terdepan mengampanyekan nilai-nilai kebangsaan usai terbebas dari masa lalunya sebagai mantan aktivis radikal.

Kostiana menilai rekam jejak transformasi Ken Setiawan memegang peranan edukatif yang sangat kuat dan relevan bagi masyarakat luas, khususnya dalam memberikan sudut pandang nyata tentang bahaya ideologi pemecah belah bangsa.

Baca Juga:  Menhan AS Diam-diam Temui Netanyahu

“Pengalaman nyata seseorang yang pernah berada dalam lingkungan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, lalu menyadari pentingnya persatuan, menjadi pembelajaran kebangsaan yang sangat berharga,” kata Kostiana.

Kostiana menambahkan, DPRD Lampung berkomitmen penuh menjadikan Pancasila sebagai common platform atau landasan bersama yang hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar slogan atau hafalan semata.

Melalui penguatan literasi kritis dan edukasi kebangsaan secara berkesinambungan, Pemprov dan DPRD Lampung optimistis dapat membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme serta merawat keutuhan NKRI. []


Penulis : Anita Ajeng Violanita


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026
Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup
Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia
H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Sabtu, 7 November 2026 - 19:51 WIB

Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE

Sabtu, 7 November 2026 - 18:46 WIB

Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape

Berita Terbaru

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB

Berita Utama

Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:46 WIB