Laporan: Vini
BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kusnardi, menghadiri acara Penyerahan secara simbolis Bantuan Hibah Alat/Mesin Pascapanen Komoditi Perkebunan milik Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2022, di Hotel Horison, Kamis (29/12).
Gubernur Lampung dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya dalam mendukung Agenda Kerja Utama Pemerintah Provinsi Lampung khususnya komoditi perkebunan untuk peningkatan produksi dan mutu yang disinergikan dengan peningkatan nilai tambah produk yang berdaya saing dengan penerapan teknologi pascapanen secara tepat guna, tepat mutu dan tepat sasaran.
Adapun pada tahun 2022 telah dilakukan fasilitasi bantuan di sektor hulu berupa bantuan bibit (kopi, lada, kakao, tebu, vanili dan kelapa kopyor), pupuk serta sarana prasarana. Untuk hilirisasi difasilitasi bantuan alat dan mesin pascapanen komoditi kopi, kakao dan lada serta kelapa dalam.
Gubernur menambahkan, dalam upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing, diperlukan adanya inovasi teknologi tepat guna untuk penanganan pascapanen dan pengolahan sehingga menghasilkan produk hilir berkualitas sesuai permintaan pasar dengan harga layak. Bantuan tersebut didukung dengan pemberdayaan petani/kelompok tani melalui Bimbingan Teknis, pembinaan serta pendampingan oleh petugas kabupaten.
Dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani/pekebun, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan berbagai upaya antara lain melalui kebijakan pada subsistem on farm dan off farm.
1 2 Selanjutnya
Halaman : 1 2 Selanjutnya






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


