GANNAS ( Gerakan Anti Narkoba Nasional ) Dpw Jawa Barat Mendukung penuh Usulan kepala BNN, Vape Dinilai Berpotensi Jadi Media Narkotika

Rabu, 8 April 2026 | 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 08 April 2026

Wacana pelarangan rokok elektrik atau vape kembali menguat setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan langkah tersebut dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Narkotika. Usulan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran atas potensi penyalahgunaan vape sebagai media konsumsi zat terlarang.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa vape kini tidak lagi sekadar alternatif rokok, melainkan berpotensi menjadi sarana baru dalam penyalahgunaan narkotika. Dalam sejumlah forum resmi, BNN menyoroti tren penggunaan vape untuk mengonsumsi zat berbahaya yang semakin sulit dideteksi.

Temuan laboratorium BNN memperkuat kekhawatiran tersebut. Dari ratusan sampel cairan vape yang diuji, ditemukan kandungan zat seperti kanabinoid (ganja), methamphetamine (sabu), hingga etomidate yang termasuk obat bius. Fakta ini menunjukkan adanya perubahan fungsi vape yang tidak lagi sebatas perangkat konsumsi nikotin.

Selain itu, BNN juga mencatat peningkatan jumlah zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS) di Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 170 jenis zat baru telah teridentifikasi, yang sebagian dapat disalahgunakan melalui perangkat seperti vape.

Menanggapi hal tersebut, TAP, S.H – Tody Ardiansyah Prabu, S.H Ketua DPW Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Propinsi Jawa Barat menyatakan dukungannya terhadap usulan BNN. Ia menilai langkah pelarangan vape, khususnya yang berpotensi disalahgunakan, merupakan upaya preventif yang penting untuk menekan peredaran narkotika. Perlu ada Langkah Good Will dari Presiden , Pimpinan komisi III, Pimpinan DPR RI , Instansi terkait, kepala daerah se- Indonesia untuk Menerapkan Kebijakan Regulasi aturan Larangan atas usulan BNN Tsb. Demi menyelamatkan Generasi Muda ( Milineal & Zilenial ) Indonesia bahwa vape kini tidak lagi sekadar alternatif rokok, melainkan berpotensi menjadi sarana baru dalam penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga:  PT SMI Kucurkan Rp150 Miliar tuk Infrastruktur Lampung Utara yang Rusak

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba kini semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi dan tren gaya hidup. Vape, yang selama ini dianggap lebih aman, justru membuka celah baru bagi penyebaran zat terlarang, terutama di kalangan anak muda.

Dalam konteks ini, GANNAS memiliki peran strategis sebagai organisasi masyarakat yang fokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba. Di Jawa Barat, GANNAS aktif melakukan sosialisasi, edukasi, serta kampanye bahaya narkotika ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas umum.

Tak hanya itu, GANNAS juga kerap menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memperkuat upaya pencegahan. Melalui pendekatan edukatif dan persuasif, organisasi ini berupaya membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba, termasuk modus baru yang memanfaatkan vape.

Baca Juga:  KKN Transformatif UIN RIL Dilepas, Ikut Membenahi Bandar Lampung

Di sisi lain, fenomena vape sebagai bagian dari gaya hidup masih cukup kuat, terutama di wilayah perkotaan seperti Bandung. Banyak pengguna yang belum sepenuhnya memahami risiko di balik penggunaan perangkat tersebut, baik dari sisi kesehatan maupun potensi penyalahgunaan.

Perdebatan terkait pelarangan vape pun terus bergulir. Namun, bagi BNN dan GANNAS, aspek perlindungan masyarakat terutama generasi muda menjadi prioritas utama. Mereka menilai bahwa langkah tegas perlu dipertimbangkan sebelum dampak yang ditimbulkan semakin meluas.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk GANNAS Dpw Propinsi Jawa Barat, usulan pelarangan vape kini menjadi isu penting yang tengah dikaji. Ke depan, kebijakan yang diambil diharapkan tidak hanya mampu menekan penyalahgunaan narkotika, tetapi juga memberikan perlindungan yang lebih luas bagi masyarakat. Dan mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045 sebagai bonus demografi tertinggi di dunia. Demi terwujudnya Peradaban Indonesia Emas Sejahtera dan Makmur.


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Desty


Sumber Berita : Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

RS Jiwa Berganti Nama jadi RS Alamsyah Ratu Perwiranegara
Narkoba Ancaman Serius Bangsa, GANNAS Jabar Serukan Perlawanan
Mengenal China Lewat Kaligrafi GBTI
Pemerintah Kembali Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 150 Ribu Peserta
Adinata Buka Bumi Perkemahan Kwaran Kasui
Kristomei: Perang Sekarang Gak Lagi Pakai Tank!
Xiplomacy: Xi Jinping dalam Diplomasi China
Hingga Juli 2026, Usaha Bangkrut di Jepang Melebihi 1000 Perusahan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:55 WIB

RS Jiwa Berganti Nama jadi RS Alamsyah Ratu Perwiranegara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:28 WIB

Narkoba Ancaman Serius Bangsa, GANNAS Jabar Serukan Perlawanan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Mengenal China Lewat Kaligrafi GBTI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Pemerintah Kembali Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 150 Ribu Peserta

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Adinata Buka Bumi Perkemahan Kwaran Kasui

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

RS Jiwa Berganti Nama jadi RS Alamsyah Ratu Perwiranegara

Rabu, 12 Agu 2026 - 13:55 WIB

#indonesiaswasembada

Narkoba Ancaman Serius Bangsa, GANNAS Jabar Serukan Perlawanan

Rabu, 12 Agu 2026 - 13:28 WIB

Foto yang diabadikan pada 2 Agustus 2026 ini menunjukkan Sheren (pertama dari kiri) sedang berinteraksi dengan para peserta workshop

#indonesiaswasembada

Mengenal China Lewat Kaligrafi GBTI

Rabu, 12 Agu 2026 - 13:15 WIB

#indonesiaswasembada

Adinata Buka Bumi Perkemahan Kwaran Kasui

Rabu, 12 Agu 2026 - 12:55 WIB