Fraksi PKS Lakukan Diplomasi Kebudayaan Indonesia Sebagai Warisan Dunia ke UNESCO PBB

Rabu, 18 Januari 2023 | 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paris – Fraksi PKS DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO PBB) di Paris, Perancis (Rabu, 18/1/2023). Delegasi Fraksi PKS dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri bersama Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Wakil Ketua Fraksi Sukamta.

Dalam pertemuan dengan pejabat UNESCO, Delegasi Fraksi PKS didampingi oleh Duta Besar RI Untuk Perancis yang sekaligus Wakil Tetap RI untuk UNESCO Mohammad Oemar dan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Prof. Ismunandar. Sementara Pejabat UNESCO yang menerima Fraksi PKS adalah Ms. Elfithri Rahmah selaku Chief of Section Capacity Development and Water Family Coordination UNESCO, didampingi jajaran Program Specialist UNESCO Jorge Ellis De Luca, Alexander Otte, dan Natasya.

Kunjungan kerja Fraksi PKS ke UNESCO ini, menurut Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwani, adalah dalam rangka diplomasi kebudayaan Indonesia untuk mendorong agar budaya bangsa Indonesia yang sangat kaya dan beragam dapat diakui menjadi warisan dunia (world heritage) terutama atas sejumlah warisan budaya yang saat ini tengah diusulkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dunia seperti Reog, Tenun, Tempe dan Jamu.

Sementara itu, Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan kerja Fraksi PKS ini bagian dari upaya PKS untuk menjalin persahabatan dan kerjasama yang lebih erat dengan mitra internasional, baik mitra negara maupun organisasi internasional. Tujuannya untuk membawa agenda dan kepentingan Indonesia di forum internasional serta dalam rangka ikut serta melaksanakan ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi kami, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Baca Juga:  Puan : DPR Akan Gelar Rapat Lintas Komisi Kawal Penanganan Pasca Karhutla

Menteri Sosial RI 2009-2014 ini mengatakan Indonesia adalah negara besar dalam beragam aspeknya. Dan yang paling disyukuri, negara sebesar dan se-beragam Indonesia ini hidup dalam persatuan dan kesatuan. “Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kita bersama dan bangsa-bangsa dunia bagaimana Indonesia dapat mengelola keberagaman dalam harmoni dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan konsensus kebangsaan,” ungkapnya.

Maka, lanjut Dr. Salim, kesempatan bertemu dengan mitra internasional seperti ini, bagi kami di PKS, bisa menjadi forum diskusi dan tukar pikiran tentang nilai-nilai kebudayaan dan kearifan bangsa Indonesia yang sejatinya bisa menjadi dasar dan pondasi bagi peradaban dunia yang lebih baik dan bermartabat. Sebagaimana Proklamator dan Presiden Pertama Indonesia Bung Karno, pada 30 September 1960, di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, pernah menawarkan Pancasila sebagai dasar dan fundamental bagi “Tata Dunia Baru” dengan pidato yang berjudul “To Build The World a New”.

Tokoh Nasional yang juga pernah menjabat Duta Besar RI Untuk Arab Saudi dan Kerajaan Oman 2005-2009 ini mengapresiasi peran-peran UNESCO sebagai organ penting PBB yang memajukan peradaban dunia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, pengembangan SDM dan pelestarian lingkungan. UNESCO menerima dan menetapkan sejumlah warisan dunia termasuk dari Indonesia, baik berupa warisan budaya, warisan alam, warisan budaya tak benda, cagar manusia dan biosfer, geopark, hingga dokumen dan wujud lainnya.

Baca Juga:  Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pelayanan Merak-Bakauheni masih Berjalan

“Kami ucapkan terima kasih kepada UNESCO yang telah mengakui sejumlah situs dan budaya Indonesia sebagai Warisan Dunia atau World Heritage. Ke depan, kami berharap UNESCO bisa semakin aktif menginkripsi dan meluluskan proposal Indonesia terkait warisan dunia lainnya,” pintanya.

Dr. Salim menegaskan banyak sekali khasanah budaya, adat istiadat, termasuk kekayaan alam Indonesia yang bisa diusulkan sebagai warisan dunia melalui UNESCO. Pemerintah Indonesia sendiri telah banyak menginvestarisir hingga menetapkan Warisan Budaya Tak Benda secara nasional, yang hingga tahun 2022, berdasarkan data Kemendikbud Ristek, jumlahnya mencapai 1.728 WBTb.

“Kami berharap warisan alam dan budaya yang telah dan akan terdaftar di UNESCO bisa menjadi National Brand bagi bangsa Indonesia sehingga bisa menjadi pengetahuan, pemahaman, dan warisan yang bermanfaat bagi dunia. Dan, tentu saja semakin memajukan dan mensejahterakan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia,” pungkas Dr. Salim. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus
Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak
Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”
Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia
2 Tahun Pimpin Mesuji, Elfianah Tuai Pujian
Menlu Arab Saudi Berharap Hormuz Kembali Pulih
Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok
GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:36 WIB

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 September 2026 - 17:53 WIB

Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak

Minggu, 27 September 2026 - 17:49 WIB

Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”

Minggu, 27 September 2026 - 17:42 WIB

Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 - 17:14 WIB

2 Tahun Pimpin Mesuji, Elfianah Tuai Pujian

Berita Terbaru

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:36 WIB

Pembangunan SDM Berlandaskan Akhlak dan Iman. Mudah-mudahan korupsi di Lampung berkurang.,

Berita Utama

Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak

Minggu, 27 Sep 2026 - 17:53 WIB

Berita Utama

Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”

Minggu, 27 Sep 2026 - 17:49 WIB


Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berlaga dalam final nomor 75 kg putra cabang olahraga angkat besi di ajang Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya, Jepang, pada 26 September 2026.  Rahmat penyumbang medali emas kedua buat Indonesia (Xinhua)

Berita Utama

Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 17:42 WIB

Berita Utama

2 Tahun Pimpin Mesuji, Elfianah Tuai Pujian

Minggu, 27 Sep 2026 - 17:14 WIB