Edukasi Keberagaman: Tokoh Katolik; Kita Bersaudara

Minggu, 13 September 2026 | 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FILM edukasi bertema toleransi berbasis kearifan lokal karya sutradara Jasper Lance Piscasio dan produser Ken Setiawan ini dijadwalkan tayang perdana pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

Film Ageman menghadirkan jajaran pemeran unik yang merangkul berbagai elemen masyarakat secara nyata mulai dari jajaran pejabat Pemprov Lampung seperti Ibu Gubernur, Ibu Sekda, hingga deretan Kepala Dinas, akademisi, tokoh budaya, serta para pemimpin lintas agama.

Salah satu tokoh agama yang ikut beradu peran adalah RD. Philipus Suroyo, atau yang akrab disapa Romo Roy. Imam diosesan Keuskupan Agung Palembang/Lampung yang aktif dalam forum kerukunan, dialog lintas iman,kegiatan FKUB dan FKPT Provinsi Lampung ini tampil membawakan pesan perdamaian yang mendalam.

Baca Juga:  Rute Shenzhen-Jakarta Kembali Beroperasi

Dalam alur cerita, Romo Roy beradu akting dengan dua pemeran utama, Aluna dan Zaskia, yang dikisahkan sedang mencari jati diri serta pencerahan di tengah terpaan sikap intoleransi.

Melalui perannya, Romo Roy menegaskan pentingnya persaudaraan kemanusiaan tanpa terkendala sekat-sekat perbedaan.

“Sejatinya kita itu bersaudara, dunia ini adalah rumah bersama. Kita harus mengasihi sesama tanpa batas geografis, suku, maupun agama. Perbedaan adalah anugerah, bukan alasan untuk bertikai, melainkan kekayaan untuk saling melengkapi,” ujar Romo Roy.

Ia menganalogikan Ageman atau pakaian yang dikenakan setiap orang. Meski bentuk, corak, dan warnanya berbeda-beda, fungsi dasarnya tetap sama sebagai pelindung tubuh dan identitas diri.

Menurutnya, perbedaan ‘baju’ tak boleh merusak kebersamaan bangsa di bawah naungan NKRI.

Baca Juga:  Presiden dan Menlu Iran Tegas; Bela Kepentingan Nasional

“Kita harus membangun jembatan, bukan tembok. Mengutamakan dialog dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Di atas segala perbedaan, kita tetap satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Eksekutif Produser Film Ageman yang juga Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, berharap pesan inklusif dalam film ini dapat mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat.

“Film ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghargai.

Harapannya, Indonesia tetap damai dan kondusif tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” pungkas Firsada.


Penulis : DESTY


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung
Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan
Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung
Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Minggu, 1 November 2026 - 06:30 WIB

Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

Minggu, 1 November 2026 - 05:16 WIB

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Berita Terbaru

Berita Utama

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:16 WIB

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB