Dugaan Jual Beli Ijazah di Unisla, Istri Wakil Wali Kota Metro Terseret!?

Selasa, 24 Februari 2026 | 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Imam Santosa soal Jual Beli Ijasah

Bambang Imam Santosa soal Jual Beli Ijasah

METRO -Terkait dugaan jual beli ijazah di Universitas Islam Lampung (Unisla), menyeret nama istri Wakil Walikota Metro, Nidia Irine Sari Rafieq. Pasalnya, Walikota Metro Hi. Bambang Iman Santoso menyebutkan, bahwa apakah itu bagian dari unsur kesengajaan? Saya sangat disesalkan hal itu keluar dari seorang Ibu Wakil Wali Kota Metro, mustinya beliau bisa meluruskan. Hal tersebut disampaikan Walikota Metro, Bambang Iman Santoso saat usai melantik pejabat eselon II di lantai dua Pemerintah Kota (Pemkot) Metro, Senin (3/2/2026).

Sebelumnya mencatut nama Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso sempat disebut-sebut terkait dugaan jual beli ijazah di Unisla. Mencuatnya video dan data tersebut, sehingga awak media melakukan wawancara terkait kebenaran hal itu kepada Wali Kota Metro, Bambang. Ia membantah adanya jual beli ijazah di Unisla. “Kalau namanya itu jual beli ijazah, bahkan dengan nilai Rp 3.000.000, iya kok alangkah murahnya jual beli ijazah… ya Rp 60 juta atau 50 juta gitu dong biar cepet, gini,” kata Bambang.

Baca Juga:  Kampung Halaman Cheng Ho Terus Lestarikan Warisan Maritim

Dia membantah tidak ada jual beli ijazah: “Alangkah rugi kampus, iya kalau benar begitu. UNISLA kampus yang diajak kerja sama untuk program kuliah gratis total, yang hal lain gak ada, emang betul-betul gratis total, itupun harus ikut program reguler. Tidak ada kuliah 6 bulan selesai itu,”kata Bambang.

Sebelumnya, beredar 2 buah video dan beberapa data mahasiswa non-reguler kampus Unisla di platform WhatsApp. Video yang berdurasi 14 menit 30 detik dan 11 menit 42 detik mencuat.

Dalam video tersebut, puluhan mahasiswa non-reguler melakukan audiensi tertutup di sebuah ruangan. Mereka protes terkait ijazah yang sampai saat ini belum keluar.

Salah satu mahasiswa non-reguler sebagai koordinator dalam audiensi tersebut, berinisial NA menyampaikan keresahannya. Dia menyampaikan kronologis keresahan guru-guru yang tidak memiliki ijazah S1, sehingga terkendala pada syarat daftar Dapodik.

Baca Juga:  Klaim Trump Hormuz Bebas Ranjau, JMIC: Masih Ada

NA menyebut-nyebut Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam video tersebut ikut memberikan solusi kepada guru-guru dari kecamatan masing-masing.

“Waktu itu Pak Bambang menawarkan kita, ayo yang belum S1, S2 juga ada, untuk program pendidikan dengan biaya sekian, di mana sudah dibayarkan,” kata NA.

Masih kata pembicara tersebut, menurutnya mereka sanggup dengan biaya segitu. Dari awal memang sudah ada biaya, bukan program gratis. Diketahui bahwa untuk memperoleh ijazah tersebut, biaya yang dikeluarkan berkisar Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta. Mayoritas mahasiswa non-reguler tersebut mengambil studi PGMI.

“Waktu itu kisaran bulan Oktober, ya gak sih, Bun? Saat ini sudah tahun 2026, bulan 2, artinya sudah lama. Namun sampai saat ini ijazah tersebut belum keluar. Saat dipertanyakan, pihak kampus Unisla selalu menjawab sedang proses,” kata NA. []


Penulis : Anis


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Metro

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD
Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga
Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat
Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal
Anggota DPR Eva Stevany Mengaku Masuk Kelompok Desil 4 Harta LHKPN 2025 Rp 3,5 Milyar 
Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kabupaten Lampung Selatan Uji Kesiapan Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi Pesisir
Sugiat Minta Kader Gerindra Sumut di Eksekutif dan Legislatif Jadi ‘Jubir’ Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:35 WIB

DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD

Selasa, 8 September 2026 - 16:18 WIB

Peduli Dampak Kemarau Panjang, Polres Way Kanan Bantu Air Bersih kepada Warga

Selasa, 8 September 2026 - 16:14 WIB

Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 16:10 WIB

Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Anggota DPR Eva Stevany Mengaku Masuk Kelompok Desil 4 Harta LHKPN 2025 Rp 3,5 Milyar 

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal

Selasa, 8 Sep 2026 - 16:10 WIB