DPRD Lampung Utara Soroti Sikap Terburu-buru BBWS Soal Sengketa Lahan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga Dusun Sri Pendowo Desa Candimas Kecamatan Abung Selatan mengaku lahan yang sejak lama berdiri sebuah gubuk sederhana milik keluarganya diklaim masuk aset milik Balai Besar Wilayah Sekampung (BBWS) Lampung.[Ra]

Seorang warga Dusun Sri Pendowo Desa Candimas Kecamatan Abung Selatan mengaku lahan yang sejak lama berdiri sebuah gubuk sederhana milik keluarganya diklaim masuk aset milik Balai Besar Wilayah Sekampung (BBWS) Lampung.[Ra]

LAMPUNG UTARA – Seorang warga Dusun Sri Pendowo Desa Candimas Kecamatan Abung Selatan mengaku lahan yang sejak lama berdiri sebuah gubuk sederhana milik keluarganya diklaim masuk aset milik Balai Besar Wilayah Sekampung (BBWS) Lampung.

Konflik yang mulai mencuat itu akhirnya sampai ke meja wakil rakyat. Sejumlah pihak yang berkaitan dengan urusan sengketa lahan diundang untuk rapat dengar pendapat (RDP) oleh komisi I DPRD kabupaten setempat, Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam rapat tersebut, memunculkan fakta-fakta menarik yang mengarah pada mal-administrasi dan klaim sepihak oleh pihak BBWS Lampung yang dinilai mengabaikan koordinasi antar lembaga.

Kepala UPI BBWS Way Rarem Lampung Utara, David dalam penyampaian dalam rapat mengakui keteledorannya dalam mengambil langkah yang dinilai mengintimidasi warga bernama Heni Ismarin untuk menandatangani surat pernyataan klaim tanah milik balai besar. Sehingga dalam forum besar itu, dirinya meminta maaf atas kelalaiannya.

Selain itu, dirinya juga mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai tapal batas (patok) sempadan irigasi. Dirinya bertindak berdasarkan peta (master plan) bendungan Way Rarem yang disebut terbit sejak tahun 1980-an.

Baca Juga:  Setelah Rakor dengan KPK, Pemprov Lanjut Rapat Teknis

“Saya mohon maaf, karena bertindak tanpa koordinasi dengan pihak aparatur desa dan aparat penegak hukum. Mengenai patok batas memang saya tidak mengetahui secara jelas, nanti saya akan laporkan dulu ke pimpinan mengenai rencana pengukuran ulang di lapangan,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Utara, Genius Akbar didampingi anggota DPRD Mat Sani menyayangkan sikap atau azas keterburu-buruan pihak BBWS sehingga menyebabkan timbulnya konflik di tengah masyarakat.

“Disini kita tidak ingin menyudutkan salah satu pihak. Kami selaku representatif masyarakat membuka forum ini untuk mendapatkan solusi yang terbaik,” katanya.

“Karena sikap keterburu-buruan BBWS akhirnya menciptakan konflik. Tetapi kita harus sikapi ini, kita akan turun lapangan melakukan peninjauan dan pengukuran ulang supaya jelas dimana titik batas sempadan irigasi itu. Mudah-mudahan hasilnya yang terbaik untuk semua pihak,” timpalnya lagi.

Baca Juga:  8 Dapur Kena Moratorium, Layanan MBG di Lampura tak Terganggu

Hal senada dikatakan Kapolsek Abung Selatan, AKP Mahbub Junaidi dalam forum rapat dengar pendapat itu. Ia menyayangkan langkah sepihak yang dilakukan pihak BBWS yang dianggap meresahkan. Langkah tanpa koordinasi dinilai bisa menciderai upaya Polri menjaga Kamtibmas di wilayah kerjanya.

“Terus terang, saya semalam sudah turun lokasi dan sudah memegang dokumen surat klaim itu, di lokasi kami cek batas itu memang tidak ada patoknya. sedangkan pihak keluarga ini selalu bayar pajak bumi bangunan (PBB) atas tanah itu,” ujarnya.

Dirinya menghimbau agar dalam mengambil suatu tindakan yang berpotensi terjadinya konflik agar selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Terpisah, perwakilan keluarga pemilik tanah, Rani Satria mengaku siap mengambil langkah hukum jika persoalan klaim sepihak itu terus berlarut tanpa kesimpulan.

“Jangan sampai muncul kasus serupa dikemudian hari. Persoalan ini harus tuntas,” tegasnya.[]


Penulis : Rudi alfian


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit
Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel
Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal
Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 
Proyek Kerja Sama Yunnan-Bali Masuki Tahap Baru
TAPM Lampura Klarifikasi Dugaan Pungli Pendamping Desa, Laporan Lima Oknum Sudah di Meja Kepala BPSDM
DPR Dukung Kebijakan Kemensos Tangguhkan Bansos Bagi Keluarga Terindikasi Judol

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Lampung Timur [Ris]

#indonesiaswasembada

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agu 2026 - 01:00 WIB

Para pengunjung mengamati mobil Chery Q dalam pameran GIIAS 2026 yang digelar di Tangerang, Provinsi Banten, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.[cherry]

#indonesiaswasembada

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Jumat, 14 Agu 2026 - 00:53 WIB

Jurnalis Palestina Saleh Aljafarani Tewas Saat Meliput di Gaza [xin]

#indonesiaswasembada

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agu 2026 - 21:42 WIB

ILustrasi Penembakan di Sekolah Thailand

#indonesiaswasembada

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:44 WIB

Transpormasi Digital Perkuat Ekonomi Digital Lampung

#indonesiaswasembada

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:32 WIB