DPD GRANAT Provinsi Lampung Hadiri Kuliah Daring di Harvard University: Implikasi Ilmu Saraf dan Ganja Terhadap Hukum dan Kebijakan

Jumat, 19 April 2024 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Melly

Delegasi dari DPD GRANAT Provinsi Lampung (Gerakan Nasional Anti Narkotika) menghadiri kuliah daring yang menyoroti topik yang kontroversial, “Ilmu Saraf dan Ganja: Implikasinya terhadap Hukum dan Kebijakan,” di Harvard University, Kamis (18/04).

Acara ini menjadi wadah bagi para peserta untuk memahami lebih dalam dampak legalisasi ganja terhadap aspek hukum dan kebijakan publik.

Di antara perwakilan DPD GRANAT Provinsi Lampung yang turut serta dalam kuliah ini adalah: Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si; Agus Bhakti Nugroho, SH.,MH; Susanto, SS, M.Hum.,M.A.,M.H.,Ph.D; Rachmad Cahya Aji; Drs. Rusfian Effendi, M.IP; Prof. Dr. Novita Tresiana, M.Si; Caesar Kurniawan, SH.,MH.

Kuliah ini memaparkan tema yang sangat relevan dengan isu-isu kontemporer, terutama dalam konteks perubahan pandangan terhadap ganja dan produk turunannya dalam pengobatan dan penyalahgunaan. Dr. Yasmin Hurd, seorang ahli saraf terkemuka yang menjabat sebagai Ward-Coleman Chair in Translational Neuroscience dan Profesor di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, membahas secara mendalam tentang ilmu ganja, CBD, serta potensi penggunaannya dalam pengobatan gangguan penggunaan narkoba. CBD adalah singkatan dari Cannabidiol, yang merupakan salah satu senyawa yang ditemukan dalam tanaman ganja (cannabis). CBD adalah salah satu dari lebih dari 100 senyawa yang dikenal sebagai cannabinoid yang terdapat dalam tanaman ganja. Ini adalah senyawa non-psychoactive, yang berarti tidak menyebabkan efek psikoaktif yang sama seperti THC (tetrahydrocannabinol), senyawa lain yang juga ditemukan dalam ganja dan bertanggung jawab atas efek “mabuk” yang biasa terkait dengan ganja.

Baca Juga:  Sadar Hukum, Masyarakat Serahkan 3 Pucuk Senpira Ke Mapolres Mesuji Secara Sukarela 

CBD telah menarik perhatian dalam penelitian medis karena potensi efek terapeutiknya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa CBD dapat membantu mengurangi gejala-gejala seperti kecemasan, depresi, nyeri kronis, dan bahkan epilepsi. Namun, lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya potensi penggunaan medis CBD dan efek sampingnya.

Moderator dalam diskusi dan sesi tanya jawab adalah Stephanie Tabashneck, PsyD, JD, seorang Senior Fellow of Law and Applied Neuroscience di Center for Law Brain and Behavior di Harvard Medical School dan Petrie-Flom Center, serta seorang Psikolog Berlisensi yang juga menjabat sebagai Direktur Brain InCite Neurolaw Library.

Baca Juga:  Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI

Acara ini merupakan bagian dari Project on Law and Applied Neuroscience, yang merupakan kolaborasi antara Center for Law, Brain and Behavior di Massachusetts General Hospital dan Petrie-Flom Center for Health Law Policy, Biotechnology, and Bioethics di Harvard Law School, dengan dukungan dari Harvard University.

Hadirnya delegasi DPD GRANAT Provinsi Lampung dalam acara ini mendapat dukungan penuh dari H. Tony Eka Candra, Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, yang melihat kehadiran mereka sebagai langkah penting dalam memahami dan merespons perubahan-perubahan yang terjadi dalam ranah hukum dan kebijakan terkait dengan penggunaan ganja. Diharapkan bahwa pengalaman ini akan menjadi landasan bagi upaya-upaya lebih lanjut dalam memajukan pemahaman dan kebijakan terkait dengan masalah ini.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Hadiri Pengajian Akbar dan Halal Bihalal PWNU Lampung

Kepada awak media Tony mengatakan sikap GRANAT sampai saat ini tidak sepakat dan menolak Ganja digunakan untuk kepentingan medis, karena bertentangan dengan UU Nomor 35 Tahun 2009, bahwa “Narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.” Dalam lampiran UU Nomor 35 Tahun 2009, ada 65 jenis narkotika golongan I. Beberapa di antaranya tanaman ganja, tanaman koka, opium, kokaina, heroina dan lainnya.

“Legalisasi ganja disinyalir hanya untuk kepentingan kelompok tertentu yang berusaha merusak mental bangsa khususnya generasi muda, karena lebih banyak dampak buruk dan risiko yang ditimbulkan daripada manfaatnya”, tegas Tony.##


Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Cegah Kriminalitas, Brimob Lampung Laksanakan Patroli Malam di Hari Libur
Undang Happy Asmara, KPU Mesuji Launching Si Tapa Maskot Pilkada  
CV Sama Jaya Sukseskan Pasar Murah Gubernur Lampung, 300 Kg Telur Ludes Terjual
PTPN I Regional 7 Bunga Mayang, Diduga Jual Besi Tua Ratusan Ton Tanpa Mekanisme Lelang KPKNL Lampung
Panglima TNI Tinjau Proyek Food Estate di Merauke
Pastikan Pelayanan Publik Bersih Dari Praktik Pungli, Wakapolres Mesuji Gelar Sidak
Indonesia Perlu Dorong Isu Kemanusiaan sebagai Langkah Pendekatan Baru dalam Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Jusuf Kalla Dukung Gagasan Prabowo Bentuk Badan Layanan Penerimaan Negara (BLPN) dan Haluan Negara

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:43 WIB

Cegah Kriminalitas, Brimob Lampung Laksanakan Patroli Malam di Hari Libur

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:51 WIB

Undang Happy Asmara, KPU Mesuji Launching Si Tapa Maskot Pilkada  

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:34 WIB

CV Sama Jaya Sukseskan Pasar Murah Gubernur Lampung, 300 Kg Telur Ludes Terjual

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:33 WIB

PTPN I Regional 7 Bunga Mayang, Diduga Jual Besi Tua Ratusan Ton Tanpa Mekanisme Lelang KPKNL Lampung

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:28 WIB

Panglima TNI Tinjau Proyek Food Estate di Merauke

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:39 WIB

Indonesia Perlu Dorong Isu Kemanusiaan sebagai Langkah Pendekatan Baru dalam Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:18 WIB

Jusuf Kalla Dukung Gagasan Prabowo Bentuk Badan Layanan Penerimaan Negara (BLPN) dan Haluan Negara

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:15 WIB

DPD RI Berperan Aktif Pengawasan Ibadah Haji 2024

Berita Terbaru

#CovidSelesai

Undang Happy Asmara, KPU Mesuji Launching Si Tapa Maskot Pilkada  

Jumat, 24 Mei 2024 - 00:51 WIB

#CovidSelesai

Panglima TNI Tinjau Proyek Food Estate di Merauke

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:28 WIB