JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memprioritaskan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi sebagai bagian dari percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hasil pemadanan data menunjukkan sekitar 1.700 SPPG telah siap beroperasi dan berada di wilayah yang membutuhkan intervensi gizi secara lebih mendesak. Selanjutnya, BGN akan melakukan aktivasi secara bertahap, dimulai dengan sekitar 300 SPPG pada tahap awal mulai pekan depan.
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono mengatakan, penentuan lokasi operasional SPPG dilakukan melalui pemetaan berbasis data lintas kementerian dan lembaga sehingga setiap aktivasi dapur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah prioritas.
Mas Dar menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan sekadar menambah jumlah dapur, melainkan memastikan aktivasi SPPG dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Ia menjelaskan bahwa lebih dari 13 ribu titik SPPG yang telah terdata merupakan basis data nasional dengan tingkat kesiapan yang beragam.
Melalui pemadanan data bersama Kementerian Kesehatan, BGN menetapkan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi sebagai prioritas utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penjelasan tersebut disampaikan Mas Dar usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (6/8).
“SPPG yang sudah siap ini akan kami operasikan secara bertahap. Prioritas kami adalah daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” katanya.
Lebih lanjut, BGN memastikan seluruh proses penetapan dan aktivasi SPPG dilakukan secara transparan melalui sistem yang terintegrasi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat mempercepat proses pembukaan SPPG di luar mekanisme resmi.[]
Penulis : Heri S
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta


![SPPG Diaktivasi Bertahap [lin-bg]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/SPPG-Diaktivasi-Bertahap.jpg)

![SPPG Diaktivasi Bertahap [lin-bg]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/SPPG-Diaktivasi-Bertahap-225x129.jpg)
![Rapat Kordinasi terkait SPPG 3T di Indonesia [lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/3t-225x129.jpg)
![Ilustrasi Pajak Makan Minum, Masyarakat Jepang dengan kehidupannya [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Ilustrasi-Pajak-Makan-Minum-Masdyarakat-Jepang-dengan-kehidupannya-225x129.jpg)
![Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Dampingi UMKM Telor Bu Uum Liwat Penjualan Digital [lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Telor-Asin-Bu-Uum-225x129.jpg)


![SPPG Diaktivasi Bertahap [lin-bg]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/SPPG-Diaktivasi-Bertahap-129x85.jpg)
![Rapat Kordinasi terkait SPPG 3T di Indonesia [lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/3t-129x85.jpg)
![Ilustrasi Pajak Makan Minum, Masyarakat Jepang dengan kehidupannya [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Ilustrasi-Pajak-Makan-Minum-Masdyarakat-Jepang-dengan-kehidupannya-129x85.jpg)
![Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Dampingi UMKM Telor Bu Uum Liwat Penjualan Digital [lin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Telor-Asin-Bu-Uum-129x85.jpg)



