DPR Tegaskan Pentingnya Etika Kreator Konten, Ruang Digital Bukan Tanpa Aturan

Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, menegaskan bahwa penegakan hukum dalam kasus influencer Emanuel Bryan alias Bryan Ebem harus dilakukan secara proporsional, berlandaskan fakta, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Amelia, langkah hukum tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab tanpa mematikan ruang kreativitas masyarakat.

“Penegakan hukum harus proporsional berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku. Tujuannya bukan membatasi kreativitas, melainkan memastikan ruang digital tetap sehat tanpa mengorbankan hak serta martabat orang lain,” ujar Amelia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/8/2026).

Politisi Partai NasDem ini menilai pesatnya perkembangan teknologi memang membuka peluang besar untuk berekspresi. Namun, kebebasan tersebut wajib diimbangi dengan kesadaran hukum dan penghormatan terhadap privasi setiap individu.

Baca Juga:  Dilarang Liputan di Gedung Putih, CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Trump

“Kasus Bryan Ebem mengingatkan kita bahwa ruang publik bukan berarti ruang tanpa aturan. Kreativitas di ruang digital harus tetap menghormati privasi, martabat, dan pelindungan data pribadi,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pelindungan data pribadi telah memiliki payung hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Karena itu, seluruh kreator konten maupun pengelola data wajib mematuhi ketentuan pemrosesan data yang sah dan transparan.

“Pemrosesan data pribadi harus memiliki dasar hukum yang sah dan tetap menjamin hak subjek data, termasuk hak meminta penghentian pemrosesan hingga penghapusan data,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Amelia mendorong Indonesia untuk terus memperkuat tata kelola ruang digital agar selaras dengan praktik terbaik internasional—di mana kebebasan berekspresi, inovasi, dan perlindungan privasi berjalan seimbang.

Baca Juga:  BERITA FOTO: Erupsi Krakatau

Ia menambahkan, penguatan tata kelola ruang digital yang menghormati hak asasi manusia juga menjadi perhatian di berbagai negara.

Karena itu, Indonesia perlu terus mendorong keseimbangan antara kebebasan berekspresi, inovasi digital, dan perlindungan hak privasi agar ekosistem digital nasional semakin dipercaya serta sejalan dengan praktik-praktik baik di tingkat internasional.

Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi para kreator konten dan masyarakat luas mengenai krusialnya etika digital. Sebab, kreativitas justru akan tumbuh lebih baik saat dibangun di atas rasa tanggung jawab dan penghormatan terhadap hak orang lain.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih
Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok
GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur
Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu
Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:34 WIB

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 September 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 September 2026 - 11:09 WIB

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 September 2026 - 08:50 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:55 WIB

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Berita Terbaru


Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diselenggarakan di markas besar PBB di New York City pada 22 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:34 WIB

Beatrice Faustina Jesslyn, pelajar Indonesia berusia 19 tahun, tampil dalam acara malam Festival Pertengahan Musim Gugur yang diselenggarakan di Universitas Tianjin, Tiongkok utara, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:31 WIB

Yogi Ketua Jaringan Gusdurian

Berita Utama

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:09 WIB

#indonesiaswasembada

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:50 WIB

Nasarudin Eks Napiter

Berita Utama

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:55 WIB