Bahas Dampak AI, BKSAP Hadiri Global Parliamentary Forum 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menghadiri Global Parliamentary Forum 2026 di Bangkok, Tailan, pada 12 – 13 Oktober 2026. Agenda ini diselenggarakan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Grup Bank Dunia (World Bank Group). Delegasi BKSAP dipimpin Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat, bersama Wakil Ketua BKSAP Ravindra Airlangga dan anggota BKSAP Sigit Purnomo.

Forum ini mempertemukan anggota parlemen dari berbagai negara dengan pimpinan dan pejabat senior IMF serta Bank Dunia untuk membahas tantangan ekonomi dan pembangunan global, khususnya penciptaan lapangan kerja, mobilisasi investasi swasta, serta pemanfaatan akal imitasi (artificial intelligence/AI) bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam pembahasannya, Bank Dunia memperkirakan sekitar 1,2 miliar anak muda di negara berkembang akan mencapai usia kerja dalam 10–15 tahun mendatang, sementara lapangan kerja yang diproyeksikan tersedia hanya sekitar 400 juta. Kesenjangan ini menegaskan urgensi kebijakan yang mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas pekerjaan.

Baca Juga:  Irak dan Mesir Desak Deeskalasi di Kawasan Regional

Dalam sesi diskusi, delegasi Indonesia mengangkat tiga isu strategis, yakni keberlanjutan lapangan kerja di tengah perkembangan AI dan otomatisasi, kebutuhan energi dan air serta dampaknya terhadap lingkungan, serta pengukuran keberhasilan pembangunan berdasarkan kualitas serta produktivitas pekerjaan, bukan semata-mata pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

“Isu tersebut relevan bagi Indonesia, mengingat tantangan pemerataan infrastruktur energi sebagai negara kepulauan serta kebutuhan mempersiapkan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi digital,” jelas Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Senin (20/10/2026).

Menurut Politisi Fraksi PKS ini, pemanfaatan AI perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi tanpa mengabaikan resiko penggantian pekerjaan maupun keberlanjutan sumber daya.

Baca Juga:  Palestina Berharap, Pemilu Israel Bawa Kedamaian di Gaza dan Tepi Barat

Menanggapi isu tersebut, IMF menjelaskan bahwa kesiapan negara menghadapi AI dipengaruhi oleh infrastruktur, keterampilan tenaga kerja, pelatihan, dan kondisi pasar kerja. Sementara itu, Bank Dunia menekankan bahwa AI dapat mendukung produktivitas di berbagai sektor, termasuk pertanian, apabila penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik ekonomi masing-masing negara.

Partisipasi delegasi Indonesia dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi parlemen dan pertukaran perspektif mengenai agenda pembangunan global. Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya peran parlemen dalam mendorong kebijakan, alokasi anggaran, dan pengawasan pembangunan yang mampu menghasilkan lapangan kerja berkualitas, memperluas kesempatan ekonomi, serta memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif dan berkelanjutan. (rdn) []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang
Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk
Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia
Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi
Kukuhkan 3 Pengurus Korpri Daerah, Sekdaprov Marindo Tegaskan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas 2027
Pemimpin Demokrat di Senat AS akan Akhiri Perang dengan Iran
UU SDI Harus Hentikan Tumpang Tindih Data

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:38 WIB

Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang

Jumat, 6 November 2026 - 10:29 WIB

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Kamis, 5 November 2026 - 22:01 WIB

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 November 2026 - 20:50 WIB

Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi

Berita Terbaru

Berita Utama

Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:38 WIB

Berita Utama

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:29 WIB

Managing Partner International Business RSM China (kiri) dan Chief Strategy Officer sekaligus Senior Partner RSM Indonesia Angela Indirawati Simatupang (kanan) menandatangani nota kesepahaman pembentukan China Desk di RSM Indonesia di Xi'an, Tiongkok, pada 3 November 2026. (RSM Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:05 WIB

Jansen Manansang (ketiga dari kiri), pendiri Taman Safari Indonesia Group, menjadi pembicara dalam subforum Konferensi Mitra Panda Global (Global Panda Partners Conference) pada 3 November 2026.

Berita Utama

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:01 WIB

Delegasi pemuda Indonesia menjajal pembuatan tembikar di Desa Liujiaobao, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, pada 29 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:50 WIB