Sementara itu, saat wartawan menyambangi perusahaan peternakan sapi potong, diarahkan menuju pos penjagaan, menurut petugas keamanan, cukup sulit wartawan untuk bertemu bagian Humas atau para penting perusahaan.
“Paling enggak ditelpon, apa buat surat dulu, ” kata dia.
Ia mengatakan, perusahaan ini milik warga Australia, dengan luas lahan lebih 200 hektare dengan kapasitas sapi sekitar 7.000 ekor.
“Ya ini perusahaan penggemukan sapi,” ucap sembari mencegah wartawan masuk ke lokasi karena alasan prosedur.
Berdasarkan keterangan pihak keamanan disana, setiap hari kotoran sapi dikeluarkan agar tidak bau bahkan dilakukan penyemprotan dari perusahaan. Kotoran sapi dijual ke petani untuk pupuk.
“Sampe keluar kota juga dijualnya,” imbuhnya.
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Anis
Sumber Berita : Lampung Selatan
















