SEKITAR pukul 19.20 WIB, pesawat yang membawa rombongan kami pun bertolak menuju Haikou, Sabtu (11/7). Menurut info, sekitar pukul 01.10 WIB atau sekitar 6 jam perjalanan kami tempuh menuju bandara Haikou,
Dan bermalam di Bandara Haikou,, hotel transit yang disediakan maskapai. tidur kurang dari 2 jam kami pun kembali ke airport Haikou menuju Kunming.
Sekitar pukul 08.15 WIB atau 09.15 waktu Haikou kami melanjutkan perjalanan menuju Kunming. Menggunakan penerbangan HU7091 dan tiba di Bandara Kunming.
Siangnya kamipun di jamu Nicholas-Ketua Asosiasi Wartawan Tiongkok (ACJA) dkk Makan siang. Masakan halal, enak dan penuh canda tawa.
Dari jadwal yang disusun panitia untuk kontingen JMSI memang begitu padat. Usai makan siang kami harus berangkat ke Pu’er.
Menggunakan kereta cepat C311-Jalur Kereta Tiongkok-Laos. Lumayan jauh perjalanan yang kami tempuh. 4-5 jam perjalanan kereta. Melelahkan.
Di Pu’er kami mengunjungi pusat pusta Inovasi Tekhnologi Nasional untuk Pengawasan Pasar, Infrastruktur Kualitas Kopi dan layanan industri milik pemerintah Tiongkok.
Kalau di Lampung AEKI nya lah. Hanakau perkebunannya. Ditambah Sekolah Kopi milik Pemerintah Lampung Barat.
Bedanya, industri kopi di Pu’er lebih serius, lebih tertata, kualitas terjamin, orientasinya ekpor. Pemerintah gak main-main, karena untuk bangsa dan negara Tiongkok.
Kalau pandangan saya, satu saat Tiongkok akan menguasai pasar kopi dunia meninggalkan Brazil dan Indonesia.
Meskipun terbtaa-bata dalam komunikasi, pesan Saleh Asnawi-Bupati Tanggamus, Bupati Tulang Bawang Qudrotul, Bupati Pringsewu Mas Riyanto plus Mas Egy-Bupati Lampung Selatan telah kami sampaikan, soal peluang investor Tiongkok masuk ke Indonesia. dan hal ini ditegaskan pula oleh Dr Teguh Santosa, Ketua JMSI Pusat bahwa Lampung menyiapkan karpet merah bagi investor Tiongkok untuk masuk Sai Bumi Ruwa Jurai. (bersambung)
Penulis : Ahmad Novriwan
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : China

















