Waktu Tempuh ke Lokasi Wisata Makin Singkat: Dulu, Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu: 4 Jam, Kini 2,5 Jam

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy) melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung.

Hasil yang mulai dirasakan masyarakat, salah satunya Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu yang sebelumnya ditempuh 4 Jam, kini hanya 2,5 jam. Akses Wisata Pesisir Lampung kian terhubung.

Dengan strategi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan melalui percepatan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di jalur pesisir selatan.

Perbaikan konektivitas jalan juga dimulai dari pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi pintu utama menuju kawasan wisata pesisir Pesawaran.

Selama ini, ruas tersebut dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat saat musim liburan. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 kendaraan saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas wisatawan maupun masyarakat.

Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi berbasis pariwisata

Baca Juga:  Wagub Jihan: Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Karena itu aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar.

Penanganan dilakukan pada sejumlah titik prioritas sepanjang jalur wisata pesisir yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.

Gubernur Mirza menegaskan, pembangunan konektivitas pesisir menjadi bagian penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.

“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, di ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu atau Simpang Umbar, Pemprov Lampung mulai melakukan pembangunan bertahap guna membuka akses menuju salah satu destinasi wisata eksotis yang telah dikenal hingga mancanegara.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Pantai Gigi Hiu selama ini dikenal memiliki panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia. Namun keterbatasan akses membuat kunjungan wisatawan belum optimal.

Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan jalan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.

“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Gubernur.

Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Dan berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi wisatawan dan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.

Kini, jalur Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini semakin cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah
Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia
Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS
Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng
Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi
APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah
SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Berita Terbaru

Personel militer Israel melakukan operasi di Kota Qabatiya, sebelah selatan Kota Jenin, Tepi Barat belum lama ini (Xinhua)

Berita Utama

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:59 WIB

Berita Utama

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:20 WIB

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

Berita Utama

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:25 WIB

Noor Sona Maesana Mushonnif, staf khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memberi pidato pada acara Dialog Global South: Forum Meja Bundar Tiongkok-Indonesia di Jakarta, 19 Oktober, 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:23 WIB