Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Toleransi global kunci Kedamaian Global

Jumat, 30 Juni 2023 | 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mengutuk keras aksi pembakaran Kitab Suci Al-Qur’an di Stockholm, Ibukota Swedia yang bertepatan dengan pelaksanaan Idul Adha (28 Juni 2023). Ini adalah tindakan tercela yang tidak menghargai keyakinan umat islam. Menodai keyakinan agama dengan dalih kebebasan berekspresi adalah kebebasan yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dibenarkan. Ini adalah bentuk eskalasi islamofobia yang harus dihentikan. Setiap negara seharusnya tidak mentoleransi upaya dan aksi menodai kepercayaan beragama.

“Saya mengutuk keras aksi pembakaran Kitab Suci Al-Qur’an ini. Ini tindakan yang sangat melukai perasaan dan keyakinan seluruh umat muslim di seluruh dunia. Saya juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk menyampaikan nota keberatan atau protes diplomatik kepada Pemerintah Swedia atas aksi tidak terpuji ini. Setiap negara harus punya pemikiran yang sama bahwa setiap upaya penodaan agama tidak dapat dibenarkan,” tutur Politisi Senior Partai Demokrat ini.

Baca Juga:  Lampung Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak

Menurutnya, landasan kehidupan yang beradab adalah penghargaan akan keyakinan. Setiap manusia dan bangsa punya keyakinan beragama yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Dalih kebebasan bukan sesuatu yang absolut, ia mestinya bersandar pada hak kebebasan yang sama yang dimiliki oleh orang lain. Inilah makna penting toleransi. Negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi mestinya memahami bahwa toleransi adalah akar dari kebebasan. Kebebasan yang merenggut bahkan menodai keyakinan orang lain bukanlah kebebasan yang hakiki.

Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini secara khusus mengusulkan adanya konsensus internasional menyikapi eskalasi islamofobia yang terus berulang. Kita tidak bisa membiarkan kebencian dan permusuhan berlindung dibalik diksi kebebasan yang semu. Ini akan merusak perdamaian global yang kita tuju bersama. Kalau kita menganggap apa yang terjadi di Swedia ini adalah wajar, maka tidak akan ada toleransi berkelanjutan dalam kehidupan antarbangsa. Sikap memusuhi keyakinan beragama harus diakhiri.

Baca Juga:  Palestina Ingatkan Dampak Pemangkasan Bantuan WFP di Gaza

“Saatnya kita menjadikan isu toleransi sebagai cara pandang kolektif. Ini adalah komitmen kolektif yang harus diwujudkan dalam aturan hukum di setiap negara. Dunia telah menghadapi sekian banyak persoalan, mulai dari eskalasi geopolitik yang semakin dinamis, ketidakpastian ekonomi, sampai ancaman perubahan iklim. Jika untuk keyakinan beragama kita tidak punya kesepahaman bersama, maka perdamaian global tidak mudah kita wujudkan,” tutup Syarief. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat
Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio
Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap
Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen
Seni Sarana Pembentukan Karakter dan Kreativitas Siswa
UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama
Syahganda Nainggolan: Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace
JMSI Tuba Gelar Diskusi Publik Fenomena El Nino dan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:30 WIB

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:45 WIB

UGM Lirik Tiongkok Jalin Kerjasama

Berita Terbaru

Berita Utama

SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:30 WIB

Foto yang diabadikan pada 20 Oktober 2026 ini menunjukkan eksterior Broadcasting House British Broadcasting Corporation (BBC) di London, Inggris. (Xinhua)

Berita Utama

Tekanan Biaya, BBC Tutup Tiga Saluran Televisi dan Radio

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:03 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Ancam Tembak Trump, Pria 24 Tahun Ditangkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:48 WIB

Orang-orang berjalan melewati sebuah toko yang rusak akibat aksi unjuk rasa di Paris, Francis, pada 18 Oktober 2026. Presiden Francis Emmanuel Macron pada Minggu (18/10) berjanji akan menempuh langkah hukum terhadap para pelaku kekerasan dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai penjuru negara itu pada Sabtu (17/10). (Xinhua)

Lainnya

Francis Perpanjang Jam Malam

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:00 WIB

Berita Utama

Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:16 WIB