Jangan Pakai Minyak Goreng Berkali Kali Sis, Berbahaya….

Selasa, 2 Juni 2026 | 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MINYAK jelantah (minyak goreng bekas) yang digunakan berulang kali sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengandung radikal bebas, lemak trans, dan zat karsinogenik. Jika dikonsumsi, ini memicu kanker, kolesterol tinggi, dan gangguan pencernaan. Membuangnya sembarangan juga mencemari lingkungan dan merusak saluran air.

Berikut adalah rincian efek negatif dan cara penanganannya:

Efek Terhadap Kesehatan

Kanker & Tumor: Pemanasan berulang memicu senyawa karsinogenik (seperti akrolein) yang menjadi pemicu utama kanker.

Penyakit Jantung & Kolesterol: Kandungan lemak jenuh dan lemak trans meningkatkan kolesterol jahat (LDL) serta menyumbat pembuluh darah.

Baca Juga:  "Bus Sekolah Air" Gratis di Bo'ai, Tiongkok

Gangguan Pencernaan: Minyak yang rusak memicu mual, diare, hingga iritasi lambung.

Penurunan Kecerdasan: Akumulasi radikal bebas dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi otak dan menurunkan kecerdasan.

Efek Terhadap Lingkungan

Pencemaran Air: 1 liter minyak jelantah dapat mencemari hingga 1 juta liter air bersih. Minyak akan melapisi permukaan air dan menghalangi masuknya oksigen.

Kerusakan Tanah: Jika dibuang ke tanah, minyak akan menyumbat pori-pori tanah, mematikan mikroorganisme, dan memicu bau tidak sedap.

Saluran Air Tersumbat: Membuang minyak ke wastafel atau selokan akan membuat minyak menggumpal, memicu penyumbatan pipa, dan menyebabkan banjir.

Baca Juga:  Bupati Lamsel Masih Fokus soal Erupsi GAK

Tips Pengelolaan & Penanganan

Batasi Penggunaan: Jangan gunakan minyak goreng lebih dari 2 kali penggorengan.

Jangan Dibuang ke Saluran Air: Simpan sisa minyak jelantah di dalam wadah tertutup (seperti botol plastik bekas).

Daur Ulang: Manfaatkan minyak jelantah menjadi barang berguna seperti sabun cuci piring ramah lingkungan, atau setorkan ke bank sampah dan komunitas pegiat lingkungan agar bisa diolah menjadi biodiesel. []


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Bandar Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama
Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur
DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi
Lampung Jaga Daya Beli, Harga Cabai Meninggi
HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
BUMDes Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Desa
Gubernur Lampung Minta ASN Jadi Teladan
Lampung Begawi, Seriusi, Jangan Ditelan Bumi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:08 WIB

Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama

Senin, 21 September 2026 - 15:00 WIB

Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur

Senin, 21 September 2026 - 14:47 WIB

DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Senin, 21 September 2026 - 14:14 WIB

Lampung Jaga Daya Beli, Harga Cabai Meninggi

Senin, 21 September 2026 - 14:03 WIB

HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Berita Terbaru

Zhao Leji, ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) Tiongkok, bertemu dengan Ahmad Muzani, ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Indonesia, di Beijing, ibu kota Tiongkok, pada 20 September 2026. [Xinhua]

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Komit Perdalam Pertukaran dan Kerja Sama

Senin, 21 Sep 2026 - 15:08 WIB

#indonesiaswasembada

Mahfud MD : Nusron Wahid Seharusnya Mundur

Senin, 21 Sep 2026 - 15:00 WIB

DPD dan ICMI bicara AI dan Demokrasi [HS]

#indonesiaswasembada

DPD Dan ICMI Bahas Regulasi A1 dan Penataan Demokrasi

Senin, 21 Sep 2026 - 14:47 WIB

#indonesiaswasembada

Lampung Jaga Daya Beli, Harga Cabai Meninggi

Senin, 21 Sep 2026 - 14:14 WIB

#indonesiaswasembada

HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Senin, 21 Sep 2026 - 14:03 WIB