Perangi Penipuan Telekomunikasi, China Bentuk Aliansi

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China Gagas Bentuk Aliansi Penipuan Telekomunikasi dan Daring [Net]

China Gagas Bentuk Aliansi Penipuan Telekomunikasi dan Daring [Net]

BEIJING-China akan memprakarsai aliansi internasional untuk memerangi penipuan telekomunikasi dan daring, yang pembentukannya direncanakan pada September dalam Konferensi Forum Kerja Sama Keamanan Publik Global (Conference of the Global Public Security Cooperation Forum) 2026.

Kementerian Keamanan Publik China dalam konferensi pers pada Jumat (24/7) mengumumkan akan menyelenggarakan upacara pendirian aliansi tersebut dalam konferensi itu, yang akan digelar di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur.

Aliansi tersebut akan menjadi organisasi antarpemerintah dengan partisipasi luas dari lembaga penegak hukum di seluruh dunia, yang bertujuan memerangi penipuan telekomunikasi dan daring transnasional secara efektif, tutur Jiang Guoli, kepala Biro Investigasi Kriminal di bawah naungan kementerian tersebut.

Baca Juga:  Menhan AS Diam-diam Temui Netanyahu

Jiang menuturkan bahwa sejauh ini lebih dari 40 negara telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan aliansi tersebut.

Posisi Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 311.597 laporan dugaan penipuan daring hingga 2026. Jika dibagi atau rata-rata 874 laporan per hari dalam setahun terakhir. Total kerugian masyarakat Indonesia akibat penipuan digital mencapai Rp7,3 triliun dari pencatatan resmi. Global Anti Scam Alliance menyebut angka kerugian bisa menyentuh Rp49 triliun.

Baca Juga:  Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Berdasarkan data Patroli Siber, penipuan online mendominasi laporan terbanyak yang dibuat oleh masyarakat di ruang digital.Demikian disampaikan Ketua Hubungan Internasional JMSI Pusat, Yopie K melalui sambungan telepon. Dikatakan, Indonesia seharusnya ambil bagian dalam rencana China ini. Tujuannya melindungi masyarakat dari penipuan daring kedepannya. “Ini tugas negara,” ujar wartawan Jakarta Post ini.

Hingga berita ini di rilis, belum diperoleh informasi dari pemerintah soal keikutsertaan Indonesia dalam aliansi yang digagas China. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Desty


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Berita Terbaru


Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan warga memeriksa lokasi pascaserangan udara Arab Saudi yang menargetkan sebuah pasar di Provinsi Al-Jawf, Yaman, pada 28 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:19 WIB