IRGC Iran Serang Pangkalan As Pakai Drone Kamikaze

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pertahanan Sipil Bahrain memadamkan kebakaran yang dipicu oleh puing-puing drone Iran yang jatuh setelah dicegat di Hamad Town, Bahrain, pada 11 Juni 2026. [Xin]

Badan Pertahanan Sipil Bahrain memadamkan kebakaran yang dipicu oleh puing-puing drone Iran yang jatuh setelah dicegat di Hamad Town, Bahrain, pada 11 Juni 2026. [Xin]

TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Jumat (24/7) menyatakan pasukannya telah melancarkan serangan balasan baru terhadap sejumlah pangkalan militer dan aset Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh media resmi IRGC, Sepah News, kelompok tersebut menyatakan serangan baru ini dilakukan sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan” AS terhadap Iran.

IRGC menyatakan pasukannya telah menyerang dan menghancurkan sebuah gudang amunisi AS yang “sangat besar” di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dengan menggunakan drone kamikaze yang “canggih dan sangat berat.”

IRGC menambahkan pasukannya juga melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas yang menampung pasukan AS di pangkalan tersebut, hingga menimbulkan korban. Selain itu, pasukan IRGC juga menyelesaikan operasi militer sebelumnya yang menargetkan pusat data perusahaan AS, Amazon, di Bahrain, dan menghancurkan bangunan yang tersisa, imbuh IRGC.

IRGC lebih lanjut mengeklaim telah menghancurkan tiga gudang amunisi dan perlengkapan AS di Kamp Al-Adiri di Kuwait, serta menyerang menara pengawas markas Armada Kelima AS di Bahrain, yang mengakibatkan kerusakan parah.IRGC juga menyatakan pasukan udara mereka telah melancarkan serangan “dahsyat” terhadap Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, yang mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah pesawat tempur AS.

Baca Juga:  Charles Honoris: Anggaran MBG 2027 Sisa Rp50 T Jika Tak Ambil Pos Pendidikan

IRGC menambahkan bahwa barak-barak yang menampung pasukan AS di pangkalan udara tersebut juga telah diserang, sehingga menimbulkan korban di kalangan personel AS.

Menurut IRGC, pasukannya melancarkan operasi “mendadak” terhadap posisi militer AS di Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan Irak, yang berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Patriot dan sebuah balon mata-mata, serta menyerang fasilitas tempat tinggal pasukan AS. IRGC juga mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sebuah rudal jelajah AS di atas Kahnuj County, Iran tenggara, pada Kamis (23/7) malam.

Sebelumnya pada Jumat, Angkatan Darat Iran mengumumkan dalam sebuah pernyataan di situs web resminya bahwa pasukannya telah menyerang sejumlah pusat militer AS yang “penting” di Yordania dan Bahrain dalam serangkaian serangan drone terbaru.

Sementara itu, Komando Pusat (CENTCOM) AS menulis di platform media sosial X pada Jumat dini hari bahwa pasukannya telah “berhasil menyelesaikan serangan terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut.”

Baca Juga:  Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Dalam pernyataan itu disebutkan pula bahwa pasukan AS telah menyerang “pusat-pusat komando militer Iran, fasilitas penyimpanan drone, jaringan komunikasi, pos-pos pengawasan pesisir, dan kemampuan maritim untuk semakin mengurangi ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.”

Menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Iran, sedikitnya 55 orang tewas dan 629 lainnya luka-luka dalam serangan AS terhadap Iran sejak 27 Juni. Militer AS telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap provinsi-provinsi di Iran selatan dalam beberapa hari terakhir, menyebut serangan itu sebagai respons atas tindakan pasukan Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz, serta bertujuan untuk “melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial.”

Iran membalasnya dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut.[]

 


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai
19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way KananĀ 

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Berita Terbaru

Bagi-bagi Air di Musim Kemarau [Nr]

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agu 2026 - 23:25 WIB

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB