Venezuela Tegaskan Komitmen Perdamaian, Ajak Media Dunia Tak Terjebak Propaganda

Jumat, 17 Oktober 2025 | 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Venezuela menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian dunia dan menolak segala bentuk intervensi asing yang mengancam kedaulatan negara. Pesan tersebut disampaikan Duta Besar Republik Bolivarian Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio Acuña Mendoza, saat menerima Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa di Jakarta, Kamis (16/10).

Dalam pertemuan itu, Dubes Acuña menegaskan pentingnya solidaritas global dan peran media dalam menyuarakan kebenaran di tengah derasnya arus disinformasi internasional. Ia menyebut bahwa banyak narasi tentang Venezuela dibangun berdasarkan informasi yang tidak akurat dan bertujuan melemahkan pemerintahan sah di Caracas.

“Venezuela adalah bangsa cinta damai yang terus berjuang mempertahankan kedaulatan dan harga diri nasional,” ujar Acuña. Ia menambahkan, pihaknya menghormati semua negara, namun menolak segala bentuk tekanan politik maupun ekonomi yang bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap langkah Amerika Serikat yang mengakui operasi rahasia CIA di wilayah Venezuela. Caracas menilai tindakan itu sebagai ancaman terhadap stabilitas kawasan Karibia dan bentuk pelanggaran atas Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga:  Arisal Aziz tak Sangka Raih JMSI Awards 2026

Dubes Acuña juga menyinggung pidato perwakilan tetap Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York pada 10 Oktober 2025. Moncada saat itu memperingatkan dunia tentang meningkatnya eskalasi militer Amerika Serikat di Karibia dan menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari strategi yang dapat memicu konflik bersenjata baru.

Dalam dokumen resmi yang disampaikan ke PBB, Venezuela menilai kebijakan militer dan sanksi ekonomi sepihak sebagai bentuk agresi non-konvensional. Negara itu mengaku telah menghadapi lebih dari seribu tindakan koersif yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, namun tetap mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dan politik nasional.

Di hadapan Dubes Acuña, Teguh Santosa menyampaikan pandangan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga perdamaian dan tidak terjebak dalam propaganda geopolitik. Ia menegaskan, media harus berpihak pada nilai kemanusiaan dan demokrasi, bukan pada kepentingan kekuatan global tertentu.

Baca Juga:  JMSI Ingatkan Bupati Nanda, Saatnya Melayani Rakyat

“Media harus berani berdiri di sisi kebenaran dan tidak ikut memperpanjang konflik. Tugas utama jurnalis adalah menyerukan perdamaian dan membela kemanusiaan,” ujar Teguh.

Teguh hadir didampingi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga JMSI, Wayan Sudane, yang menekankan pentingnya memperkuat kerja sama informasi antara lembaga media dan perwakilan diplomatik. Menurutnya, upaya membangun ekosistem media yang sehat dan bebas disinformasi merupakan bagian dari kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

Pertemuan antara JMSI dan Kedutaan Besar Venezuela berlangsung hangat dan terbuka. Kedua pihak sepakat menjalin kerja sama dalam bidang informasi, budaya, dan komunikasi publik. Dubes Acuña menilai, jurnalisme yang berimbang menjadi kunci untuk memperkuat saling pengertian di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional.

“Perdamaian tidak bisa dibangun di atas kebohongan. Karena itu, kami mengajak media di seluruh dunia untuk melihat Venezuela secara objektif dan mendengar langsung dari sumbernya,” ujar Dubes Acuña menutup pertemuan.#


Penulis : Desty


Editor : Hadi


Sumber Berita : JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran
Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah
Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026
Selter Eselon II Lampung Utara Dipertanyakan, Seleksi Puluhan Berkas Pelamar Dipelototi Seharian Rampung
HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan
Warga Jalan Punai Kena Prank? Jembatan Way Umban Tak Prioritas 
Tingkatkan SDM ASN, Disdik Way Kanan Gelar Diklat
Kiki, Gebyar PAUD Ajang Anak Usia Dini Unjuk Kebolehan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:55 WIB

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran

Rabu, 30 September 2026 - 23:47 WIB

Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah

Rabu, 30 September 2026 - 20:17 WIB

Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026

Rabu, 30 September 2026 - 20:12 WIB

Selter Eselon II Lampung Utara Dipertanyakan, Seleksi Puluhan Berkas Pelamar Dipelototi Seharian Rampung

Rabu, 30 September 2026 - 19:40 WIB

HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran

Rabu, 30 Sep 2026 - 23:55 WIB


Foto yang diabadikan pada 11 September 2026 ini menunjukkan suasana di Pameran Investasi dan Perdagangan Internasional Tiongkok (CIFIT) ke-26 yang digelar di Kota Xiamen, Tiongkok timur. (Xinhua)

Beijing

Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah

Rabu, 30 Sep 2026 - 23:47 WIB

Berita Utama

HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:40 WIB