WAKIL Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Sumatera Utara, khususnya Polrestabes Medan atas keberhasilan mengungkap jaringan narkoba jenis etomidate yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya di kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR RI ke Medan, Sumatera Utara kemarin.
Dalam rapat bersama aparat penegak hukum di Sumut, Sahroni menyoroti pengungkapan pabrik liquid vape mengandung etomidate senilai ratusan miliar rupiah yang disebut menjadi salah satu kasus terbesar di wilayah tersebut.
“Apresiasi buat Polda dan jajaran yang berhasil mengungkap kasus narkoba jenis etomidate ini. Pengungkapan senilai Rp300 miliar itu luar biasa besar,” kata Sahroni.
Ia mengaku prihatin dengan tren penyalahgunaan etomidate yang kini di kamuflase dalam bentuk vape liquid sehingga sulit terdeteksi. Menurutnya, modus tersebut sangat berbahaya karena dapat dengan mudah dibawa ke ruang publik, termasuk ke dalam pesawat, tanpa menimbulkan kecurigaan.
Dalam kesempatan itu, Sahroni juga menyoroti tindakan tegas aparat kepolisian terhadap pelaku kejahatan narkotika. Ia menegaskan bahwa istilah “tembak di tempat” yang sering disampaikan aparat bukan berarti tindakan di luar hukum, melainkan penembakan terukur untuk melumpuhkan pelaku berbahaya.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Romy Agus
Sumber Berita : Medan, DPR RI

















