SIGER Lampung Berhasil Tekan Angka Kecelakaan Hingga 16%

Jumat, 22 Mei 2026 | 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Lampung selama 13 hari pada momen arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H dinyatakan berhasil menorehkan capaian yang membanggakan. Hasil kajian kolaboratif antara akademisi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) bersama tim peneliti CIC menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 98,2 persen. Temuan paling penting dari kajian ini adalah pelayanan humanis personel Polri terbukti menjadi faktor paling dominan yang membentuk persepsi positif publik terhadap operasi pengamanan terbesar di Lampung tersebut.

Lampung memang menempati posisi strategis sebagai simpul transportasi nasional yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Setiap musim mudik, ribuan kendaraan pribadi, bus, truk logistik, hingga angkutan umum melintasi wilayah ini melalui Pelabuhan Bakauheni dan Jalan Tol Trans Sumatera. Lonjakan kendaraan kerap menimbulkan kemacetan parah yang berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang dan konektivitas antarpulau. Dalam konteks inilah, Operasi Ketupat Krakatau 2026 diuji efektivitasnya melalui kajian akademik yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Capaian Operasi yang Mengesankan

Operasi yang berlangsung selama 13 hari (H-7 hingga H+6) ini menerjunkan kekuatan lebih dari 4.000 personel gabungan, terdiri dari 2.701 personel Polri dan personel dari instansi terkait lainnya. Dukungan logistik mencakup 60 Pos Pengamanan, 20 Pos Pelayanan, 16 Posko Bencana, 1 Posko SAR, dan 1 Pos Terpadu yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Selama operasi berlangsung, tercatat pergerakan 913.533 penumpang dan 213.940 kendaraan yang melalui jalur utama, khususnya Tol Trans Sumatera dan Pelabuhan Bakauheni. Berbagai skema rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengurai kepadatan, mulai dari one way, contra flow, kanalisasi, hingga sistem buffer zone di kawasan pelabuhan. Hasilnya, angka kecelakaan lalu lintas turun 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil ditekan hingga 100 persen.

Sentuhan Humanis Lebih Berpengaruh dari Teknologi

Kajian ilmiah yang dilakukan tim peneliti melibatkan 1.204 responden yang tersebar di titik-titik strategis jalur mudik. Hasilnya menunjukkan 71,2 persen responden menyatakan Sangat Puas dan 27,0 persen menyatakan Puas. Hanya 1,8 persen yang menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja operasi.

Baca Juga:  Belgia vs Selandia Baru: Underdog

Yang menarik, analisis regresi ordinal yang digunakan untuk menguji data survei mampu menjelaskan 65,7 persen variasi tingkat kepuasan masyarakat. Hasilnya cukup mengejutkan. Dari lima variabel yang diuji, kualitas Pelayanan Tugas Polri menjadi faktor paling dominan dengan odds ratio sebesar 11,29 kali. Disusul Manajemen Lalu Lintas dengan odds ratio 9,92 kali, Fasilitas dan Infrastruktur 2,41 kali, Informasi dan Teknologi 1,86 kali, serta Manajemen Pelabuhan 1,66 kali.

“Temuan ini sangat penting karena membalikkan asumsi umum bahwa teknologi canggih otomatis menjadi penentu kepuasan publik. Justru sentuhan kemanusiaan dari petugas di lapangan, mulai dari sikap, komunikasi, hingga daya tanggap, yang paling membekas di hati masyarakat. Ini sejalan dengan teori SERVQUAL yang menempatkan reliability dan responsiveness sebagai inti kualitas pelayanan publik,” ujar Gesit Yudha, M.IP, salah satu peneliti dalam kajian tersebut.

SIGER Lampung Presisi sebagai Tulang Punggung Digital

Keberhasilan Operasi Ketupat Krakatau 2026 tidak lepas dari peran Sistem Integrasi Gerakan dan Elektronik Raya (SIGER Lampung Presisi). Platform digital terintegrasi ini memungkinkan pemantauan situasi lalu lintas secara real time, koordinasi lintas instansi, penanganan darurat yang cepat, hingga pelayanan informasi kepada masyarakat secara transparan. Sistem ini berhasil menyatukan peran Kepolisian, Dinas Perhubungan, TNI, ASDP, KSOP, Jasa Raharja, BMKG, dan instansi lainnya dalam satu kerangka kerja yang responsif.

Selain pengendalian lalu lintas, Polda Lampung juga menjalankan program humanis seperti Mudik Gratis, Kawal Mudik, Penitipan Kendaraan Gratis, Dokter Keliling, hingga layanan Mini ICU di titik-titik strategis. Program-program ini dinilai sebagai bentuk konkret dari pendekatan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

“Yang patut dicatat adalah bagaimana Polda Lampung mampu memadukan teknologi dengan pendekatan sosial. SIGER Presisi bukan sekadar aplikasi, melainkan instrumen koordinasi yang menjadikan respons antarinstansi jauh lebih cepat dan presisi. Inilah model pengamanan modern yang berbasis data sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pusatnya,” jelas Fadhilah Faiqoh, M.A.

Baca Juga:  UIN Raden Intan Lampung Resmi Buka Program Doktor Pendidikan Agama Islam

Catatan Kritis dan Rekomendasi ke Depan

Meskipun capaian operasi tergolong sukses, tim peneliti tetap memberikan catatan kritis yang perlu mendapat perhatian serius. Tercatat ada kenaikan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) sebesar 62 persen dan jumlah korban meninggal akibat kecelakaan naik 18 persen. Data ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak boleh membuat aparat terlena.

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan lima langkah strategis untuk operasi berikutnya. Pertama, peningkatan kompetensi dan standar pelayanan humanis personel Polri di lini depan. Kedua, penguatan manajemen lalu lintas berbasis data historis dan prediksi volume kendaraan agar rekayasa lalu lintas lebih adaptif. Ketiga, penambahan fasilitas dan infrastruktur di titik-titik padat, termasuk pos pelayanan dan fasilitas medis darurat. Keempat, perluasan jangkauan dan sosialisasi Aplikasi SIGER Lampung Presisi agar lebih banyak dimanfaatkan masyarakat. Kelima, penguatan koordinasi lintas instansi khususnya di manajemen Pelabuhan Bakauheni melalui Standar Operasional Prosedur bersama yang lebih jelas.

“Kami berharap hasil kajian ini tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi benar-benar menjadi rujukan kebijakan untuk perbaikan operasi pengamanan mudik di tahun-tahun mendatang. Lampung sudah membuktikan diri mampu mengelola arus mudik berskala nasional. Tantangannya sekarang adalah konsistensi dan inovasi berkelanjutan,” tambah Maulana Bagus Rahmat, anggota tim peneliti.

Operasi Ketupat Krakatau 2026 telah meletakkan standar baru dalam pengelolaan arus mudik di kawasan strategis Lampung. Kombinasi antara sinergi lintas instansi, teknologi terintegrasi melalui SIGER Lampung Presisi, dan pelayanan humanis personel Polri terbukti menjadi resep keberhasilan yang patut direplikasi di wilayah lain. Hasil kajian akademik ini juga membuktikan bahwa di era digital sekalipun, kualitas interaksi antara aparat dan masyarakat tetap menjadi penentu utama keberhasilan pelayanan publik.

*)Kajian ini disusun oleh tim peneliti gabungan akademisi UIN Raden Intan Lampung dan CIC yang terdiri dari Gesit Yudha, M.IP, Fadhilah Faiqoh, M.A, dan Maulana Bagus Rahmat.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kapolres Way Kanan beserta Jajaran Kunjungi Makodim 0427/ WK
Bupati Ayu Serahkan Lpj APBD 2025,  KUA PPAS 2027 Dan Raperda Gerakan Literasi   
Selama 14 Hari, Polres Mesuji dan Jajaran Terima Penyerahan 80 Pucuk Senpira dan 85 Butir Amunisi Dari Masyarakat  
Prodi Hukum Keluarga UIN Raden Intan Lampung Raih Akreditasi Unggul
DPRD Lampung Utara Soroti Sikap Terburu-buru BBWS Soal Sengketa Lahan
BPN Perkuat Sinergitas Dengan Polres Mesuji Dalam Penanganan Masalah Agraria dan Pertanahan
Kapolres Way Kanan Kunjungi Kejari 
Dukung Pemerataan Akses dan Mutu Pendidikan di Provinsi Lampung, Wagub Jihan Tinjau Revitalisasi SMA Islam Plus Hidayatut Thullab

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:02 WIB

Kapolres Way Kanan beserta Jajaran Kunjungi Makodim 0427/ WK

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:59 WIB

Bupati Ayu Serahkan Lpj APBD 2025,  KUA PPAS 2027 Dan Raperda Gerakan Literasi   

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:33 WIB

Selama 14 Hari, Polres Mesuji dan Jajaran Terima Penyerahan 80 Pucuk Senpira dan 85 Butir Amunisi Dari Masyarakat  

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:16 WIB

Prodi Hukum Keluarga UIN Raden Intan Lampung Raih Akreditasi Unggul

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:12 WIB

DPRD Lampung Utara Soroti Sikap Terburu-buru BBWS Soal Sengketa Lahan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kapolres Way Kanan beserta Jajaran Kunjungi Makodim 0427/ WK

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:02 WIB

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).[De]

#indonesiaswasembada

Prodi Hukum Keluarga UIN Raden Intan Lampung Raih Akreditasi Unggul

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:16 WIB

Seorang warga Dusun Sri Pendowo Desa Candimas Kecamatan Abung Selatan mengaku lahan yang sejak lama berdiri sebuah gubuk sederhana milik keluarganya diklaim masuk aset milik Balai Besar Wilayah Sekampung (BBWS) Lampung.[Ra]

#indonesiaswasembada

DPRD Lampung Utara Soroti Sikap Terburu-buru BBWS Soal Sengketa Lahan

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:12 WIB