Catatan Doel Remos
STRATEGI Pembangunan yang diterapkan Mirza-Jihan dalam menakhodai Lampung hingga memasuki tahun kedua masih terbilang baik.
Data BPS Lampung soal kemiskinan dan angka pengangguran yang menurun sangatlah bisa dipercaya. Karena skala prioritas dalam membangum dirasa cukup mumpuni.
Guyuran ratusan miliar tahap pertama perbaikan infrastruktur jalan memberi dampak pada terbukanya lapangangan kerja dan mengurangi epngangguran.
Pasca perbaikan jalan tahap pertama, kemudian Lampung dan Indonesia diuntungkan dengan program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat. Dampak program ini sangat membantu ketahanan ekonomi di masing-masing daerah di Indonesia.
Pada 2026, Lampung melalui dana pinjaman 1 Triliun, kembali di gelontorkan pada perbaikan jalan dan merata di Provinsi Lampung. Kembali tenaga kerja terserap pada proyek-proyek dimaksud.
Selain faktor di atas, APBD 2025 meski tak mampu menutupi kebutuhan (karena terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia-efisiensi), dana dimaksud memberi angin segar bagi perputaran uang di akar rumput.
Mudah-mudahan dengan semangat tinggi, Mirza-Jihan mampu menjaga stabilitas ekonomi agar tetap stabil.
Kerja-kerja out of the box harus difikirkan oleh tim ekonomi Mirza-Jihan. Misalnya Memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada diharap sirkulasi uang ditengah masyarakat cukup dinamis.
Salah satu pola yang harus pula difikirkan adalah dengan memaksimalkan potensi yang ada membuka peluang. Berkolaborasi dengan dapur MBG misalnya menampung hasil tanam ibu-ibu seperti sayur-sayuran, ikan dan buah-buahan.
Disini peran pemerintah harus muncul. Diharap, hasil usaha rumahan dapat terjual dengan harga yang juga baik.
Bantuan modal, bibit, pupuk dan bahkan pembuatan kolam-kolam rakyat untuk dijadikan kolam pengembang biakan/budi daya ikan kenapa tidak harus dilakukan. Dibawah bimbingan para penyuluh pertanian, rasanya potensi keberhasilannya cukup tinggi.[]
Penulis : Doel Remos
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Doel Remos















