UIN Raden Intan Lampung Pilih Pendekatan Humanis Terkait Pedagang Sekitar Kampus

Selasa, 4 November 2025 | 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi kampus yang dekat dengan masyarakat dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Menyikapi pemberitaan yang menyebut keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus sebagai kesemrawutan, pihak universitas mengambil posisi yang bijak, humanis, dan solutif, bukan represif.

Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Safari Daud, S.Ag., M.Sos.I, menyampaikan bahwa kampus tidak akan mengambil langkah pembubaran terhadap pedagang yang beraktivitas di sekitar lingkungan UIN. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak hanya tidak elok, tetapi juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan semangat keberpihakan sosial yang dijunjung tinggi oleh UIN.

“Kami memahami situasi ekonomi masyarakat hari ini. Mengusir pedagang kecil bukanlah solusi yang manusiawi, apalagi di masa ekonomi yang penuh tantangan,” ujar Prof. Safari, Senin (4/11).
“Kampus harus menjadi bagian dari solusi, bukan sumber keresahan. Karena di balik papan nama megah UIN, ada tanggung jawab moral untuk tetap memanusiakan manusia.”

Prof. Safari menegaskan, meski UIN Raden Intan Lampung terus berkomitmen menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan lingkungan kampus, semua langkah itu tetap ditempuh dengan memperhatikan etika sosial dan kemaslahatan bersama. Ia menekankan bahwa ketertiban dan kemanusiaan harus berjalan seimbang.

“Kami ingin menjaga wajah kampus tetap rapi dan tertib, namun tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan. Prinsipnya, ketertiban tidak boleh menginjak martabat,” tegasnya.

Baca Juga:  Pastikan Makanan Berkualitas untuk Siswa, Pemprov Lampung Berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Lampung Perkuat Pengawasan MBG

Dalam menjaga harmoni antara lingkungan akademik dan masyarakat sekitar, pihak kampus telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penataan ruang publik di wilayah tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Pemkot agar dapat mencarikan pola penataan yang lebih baik, karena hal itu berada dalam kewenangan pemerintah kota. UIN tentu mendukung upaya penataan yang tertib dan sehat, sambil terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” kata Prof. Safari.

Ia menambahkan, kebersihan dan kerapian memang menjadi perhatian kampus, namun UIN juga menghargai realitas sosial yang berkembang di sekitar lingkungan akademik. Karena itu, sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting agar solusi yang lahir tidak merugikan pihak mana pun.

“Kebersihan yang tak terjaga memang menjadi masalah, tapi kami yakin penanganannya harus kolaboratif. Kami ingin menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat,” tambahnya.

Prof. Safari juga menanggapi berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dengan sikap terbuka. Menurutnya, setiap kritik adalah cermin kepedulian terhadap kampus, bukan ancaman.

“Kritik kami pandang sebagai bentuk cinta. Kami terbuka terhadap masukan agar hal-hal teknis seperti kebersihan, estetika, dan kenyamanan terus kami tingkatkan,” jelasnya.

Sebagai lembaga pendidikan Islam negeri terbesar di Provinsi Lampung, UIN Raden Intan Lampung berkomitmen menjadi pusat ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai moral dan kemaslahatan sosial. Prof. Safari menegaskan bahwa kampus tidak boleh hidup dalam menara gading, terpencil dari realitas sosial di sekitarnya.

Baca Juga:  UIN Raden Intan Lampung Tuan Rumah Lomba Komik Strip PEKSIMIDA 2026

“Kampus bukan menara gading yang hanya bicara teori dan kebijakan dari balik meja. Ia harus turun ke bumi, mendengar denyut masyarakat, dan hadir memberi manfaat nyata,” ujarnya.

Sejalan dengan visi Menteri Agama RI tentang Kampus Berdampak, yakni perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Prof. Safari menegaskan bahwa UIN Raden Intan Lampung terus bergerak menjadi universitas yang inklusif, solutif, dan berkontribusi bagi pembangunan sosial.

“Kami berupaya mewujudkan visi Kementerian Agama agar UIN menjadi kampus yang benar-benar berdampak. Artinya, ilmu yang dikembangkan di ruang kuliah harus berpijak pada realitas sosial dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Langkah UIN Raden Intan Lampung ini sekaligus menunjukkan bahwa kemegahan institusi tidak diukur dari seberapa tegas ia menertibkan, tetapi dari seberapa bijak ia memahami realitas dan menebar manfaat bagi sesama.

“Kami ingin UIN hadir sebagai ruang ilmu yang memanusiakan manusia, menjadi rumah besar yang teduh bagi semua, baik sivitas akademika maupun masyarakat di sekelilingnya,” pungkas Prof. Safari.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Sabet Juara II Penyerapan Jagung Bulog Terbaik Se-Polda Lampung
Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global
Jazuli Juwaini Lepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi Kepelosok Negeri
AS Kembali Lancarkan Serangan, Iran Siap Balas
Bina Dalang Muda, Dinas Kebudayaan Yogyakarta Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2026
Mahasiswa Indonesia Apresiasi Upaya Pelestarian Warisan Budaya China
LiuGong Mulai Bangun Pabrik Alat Berat di Karawang, Jawa Barat
Universal Studios Beijing akan Jadi Tuan Rumah Obstacle World Championships UIPM 2026
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:24 WIB

Polres Mesuji Sabet Juara II Penyerapan Jagung Bulog Terbaik Se-Polda Lampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:27 WIB

Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:58 WIB

Jazuli Juwaini Lepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi Kepelosok Negeri

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:58 WIB

AS Kembali Lancarkan Serangan, Iran Siap Balas

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:34 WIB

Bina Dalang Muda, Dinas Kebudayaan Yogyakarta Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2026

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:27 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]

#indonesiaswasembada

Jazuli Juwaini Lepas 448 Mahasiswa KKN UNMA Mengabdi Kepelosok Negeri

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:58 WIB

#indonesiaswasembada

AS Kembali Lancarkan Serangan, Iran Siap Balas

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:58 WIB