Tumbuhkan Gerakan Masyarakat Sehat Guna Mengatasi DBD

Sabtu, 27 April 2024 | 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menegaskan perlunya menggalakan kembali Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) untuk menekan penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) belakangan ini. Hal ini ia ungkapkan atas keprihatinan meningkatnya kasus DBD.

“Karenanya saya mengajak kepada seluruh stakeholder, khususnya Kementerian Kesehatan sebagai mitra kami, yuk kita cari terobosan yang bisa benar-benar menjadi solusi untuk menghentikan atau mengurangi angka peningkatan DBD ini, dan juga mencegah adanya penambahan angka meninggal,” papar Kurniasih di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/4).

Dia pun mengajak masyarakat agar menumbuhkah gaya hidup sehat di lingkungan masing-masing. “Gerakan masyarakat sehat di seluruh Fasyankes, dan juga seluruh masyarakat kita berkolaborasi, tokoh-tokoh masyarakat juga kita ajak berkolaborasi, tokoh-tokoh agama untuk sama-sama bisa mencegah berkembangbiaknya nyamuk yang menjadi penyebab DBD ini,” tandas Kurniasih.

Baca Juga:  Benchmarking Kemendes PDT di Yunnan 2026 Rampung

Politisi dari Fraksi PKS ini juga menegaskan soal penanganan pasien DBD di rumah sakit. Menurutnya upaya penanganan di rumah sakit harus dilakukan dengan cepat supaya tidak terlambat penanganannya. Termasuk ketika ada kekurangan darah trombosit, maka harus sudah ada stok untuk donor darahnya.

“Beberapa kasus yang saya temukan, antara lain, adalah stok darah trombosit, beberapa kasus pasien atau rumah sakit sulit untuk mendapatkan stok trombosit karena memang kekurangan. Ini akhirnya membuat pasien (DBD) agak nge-drop. Sehingga ketersedian trombosit ini perlu ditingkatkan,” tegas wakil rakyat dari Dapil DKI Jakarta II ini.

Baca Juga:  Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Faktor lain yang menjadi perhatianya adalah soal perubahan iklim. Saat ini, masuk masa pancaroba yang sangat panjang, sehingga nyamuk berkembang biak dengan cepat di masa-masa ini. Jadi, lanjutnya, perubahan iklim ini harus menjadi perhatian semua pihak, kewaspadaan harus ditingkatkan. Menurutnya, saat ini Kemenkes dengan beberapa upaya yang sudah dilakukan perlu ditingkatkan.

“Artinya beberapa upaya sudah dilakukan Kemenkes, (namun) harus ada terobosan yang lebih signifikan lagi untuk bisa menghentikan dengan segera lonjakan angka pasien DBD, wabil khusus harus menekan semaksimal mungkin angka meninggal yang disebabkan oleh DBD,” papar Kurniasi.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina
Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka
Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi
FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme
Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik
Lampung Terus Perkuat Infrastruktur Jalan
Wagub Jihan: Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif
Bapemperda DPRD Rancang Propemperda 28 Raperda di 2027
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:27 WIB

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 September 2026 - 19:22 WIB

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 September 2026 - 19:07 WIB

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:17 WIB

FKUB Lampung Dukung Film Ageman, Sebut Intoleransi Embrio Radikalisme

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:27 WIB

Foto yang diabadikan menggunakan drone dan disediakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyaru Menteng dari rangkaian evakuasi pada 25 dan 26 September 2026 ini memperlihatkan seekor orang utan betina yang terjebak asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (BKSDA Kalteng/BOSF/Xinhua)

Berita Utama

Karhutla, Tim Evakuasi Orang Utan di Palangka

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:22 WIB

Berita Utama

Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:07 WIB

Berita Utama

Pesawaran Kaji Strategi Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:11 WIB