Laporan : Vini
Jagung bakar menjadi salah satu menu makanan yang biasa ada di perayaan malam Tahun Baru. Cara membuat jagung bakar sebenarnya tidak sulit, hanya saja kalau salah langkah bisa membuat hasilnya kering, terbakar hangus, dan bumbu tidak meresap.
Dilansir dari kompas.com, berikut ini cara membuat jagung bakar enak dengan bumbu olesan yang sedap.
1. Cara pilih jagung berkualitas
Dilansir dari laman Delish, cara membuat jagung bakar enak yang pertama adalah dengan memilih jagung berkualita baik. Cara pilihnya dengan melihat warna rambut pembungkus jagung.
Pastikan juga kulit jagung yang hijau muda segar. Kamu juga bisa membeli jagung manis karena tidak memerlukan banyak bumbu saat dibakar.
2. Tambahkan sedikit bumbu sebelum dibakar
Dilansir buku “Aneka Olahan dari Jagung” (2019) oleh Habib Bashori terbitan PT Saka Mitra Kompetensi, olesi dengan bumbu seperti cabai, mentega, atau bubuk keju sebelum jagung dibakar.
3. Biarkan pangkal jagung utuh
Kalau kamu ingin membuat jagung bakar utuh, biarkan pangkalnya sebagai pegangan saat hendak membakarnya. Selain itu, kamu juga bisa jepit jagung dengan menggunakan kawat bersih.
4. Gunakan bara arang yang panas merata
Proses bakar jagung sebaiknya menggunakna bara arang yang sudah dipanaskan sebelumnya, tata merata dalam tempat pemanggang, seperti yang dilansir dari buku “Kreatif Mengolah Jagung” (2010) oleh Taswati Suci Marganingsih terbitan PT Caraka Darma Aksara. Hal tersebut agar jagung bakar matang secara merata.
5. Bakar jagung dengan kulitnya
Ada cara membuat jagung bakar yang empuk yaitu dengan menggunakan kulitnya. Setelah jagung manis dikupas, tutup dengan kulit dan panggang. Panggang selama 10 menit untuk membuat hasilnya empuk.##






![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)


![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)


