Tiongkok Berhasil Integrasikan Pembangunan dan Perlindungan Lingkungan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HAIKOU – Program perlindungan lingkungan hidup dan upaya masif Tiongkok dalam memulihkan ekosistem dinilai dapat menjadi inspirasi penting bagi komunitas global, termasuk Indonesia.

Apresiasi itu disampaikan langsung Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, di sela-sela kunjungan ke Provinsi Hainan, Tiongkok, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam kunjungan itu, Teguh melihat secara dekat bagaimana tata kelola lingkungan dan pembangunan berkelanjutan diintegrasikan secara harmonis oleh otoritas setempat.

“Di Hainan kita juga dapat menyaksikan integrasi pembangunan dan perlindungan alam yang serius. Kota Haikou menjadi semacam kota taman yang sangat asri. Banyak yang mengatakan Hainan menyerupai Hawaii, tapi setelah melihat Haikou dari dekat saya kira tidak berlebihan mengatakan bahwa Hawaii yang menyerupai Hainan dan khususnya Haikou,” ujar Teguh dalam pembicaraan dengan Prof. Li Renjun dari Hainan University dalam perjalanan menuju pelabuhan Cosco Shipping Lines di Hainan.

Teguh juga memuji konsistensi Tiongkok dalam mengejar target ganda karbon atau dual carbon target. Kebijakan strategis ini menargetkan Tiongkok untuk mencapai puncak emisi karbon (carbon peak) sebelum tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon (carbon neutrality) sebelum tahun 2060.

Menurut Teguh, target tersebut tidak sekadar dijadikan jargon politik di atas kertas, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) yang dikawal dengan regulasi ketat dan transisi energi yang terukur. Langkah ini dinilai sangat berani bagi negara dengan kapasitas industri raksasa seperti Tiongkok.

“Kita menyaksikan bagaimana sebuah negara industri besar bersedia mengambil tanggung jawab raksasa demi masa depan bumi. Komitmen dual carbon target Tiongkok ini memberikan optimisme baru di tengah ancaman perubahan iklim global yang semakin nyata,” ujar Teguh Santosa.

Baca Juga:  Tiongkok-Indonesia Bahas Teknologi Pelestarian Alam

Selain kebijakan makro energi, Teguh juga memuji proyek-proyek restorasi ekologi skala besar yang telah menunjukkan hasil nyata. Salah satu yang paling mengesankan adalah program penghijauan intensif yang dilakukan di Provinsi Hebei dan wilayah Gurun Gobi.

Provinsi Hebei, yang secara historis merupakan salah satu wilayah industri berat dan penyumbang polusi terbesar, kini perlahan bertransformasi. Melalui program penanaman pohon yang masif, wilayah ini berhasil membangun sabuk hijau pelindung yang secara signifikan mengurangi polusi udara dan badai pasir menuju Beijing.

Sementara itu, proyek penghijauan Gurun Gobi melalui penanaman vegetasi khusus menjadi bukti bahwa teknologi dan ketekunan manusia mampu memulihkan lahan kritis. Tiongkok berhasil mengubah sebagian wilayah gurun yang gersang menjadi area yang produktif dan hijau, sekaligus membendung perluasan lahan kritis.

“Mengubah lahan gersang di Gurun Gobi menjadi kawasan hijau bukanlah pekerjaan mudah. Ini membutuhkan konsistensi, sains, dan keterlibatan masyarakat yang luar biasa. Apa yang dilakukan di Hebei dan Gobi adalah preseden penting bagi dunia,” tambah dosen hubungan internasional tersebut.

Kunjungan Teguh ke Provinsi Hainan sendiri memperkuat pandangannya tentang keseriusan Tiongkok dalam menjaga keselarasan alam. Hainan, yang kini berkembang pesat sebagai pelabuhan perdagangan bebas (Free Trade Port), tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara dan ekologi terbaik di Tiongkok.

Pemerintah Hainan berhasil menerapkan konsep pembangunan hijau dengan membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan mendorong ekowisata. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga:  Misbakhun Optimis, Suahasil Bisa Wujudkan Visi Misi Presiden

Teguh menilai, keberhasilan Tiongkok ini tidak lepas dari kemauan politik (political will) yang kuat dari jajaran kepemimpinan nasional hingga daerah. Sinergi antara kebijakan pemerintah pusat, inovasi teknologi hijau, dan mobilisasi masyarakat sipil menjadi kunci utama keberhasilan program-program tersebut.

Sebagai pemimpin organisasi media siber di Indonesia, Teguh juga menekankan pentingnya peran media dalam mengabarkan praktik-praktik baik penataan lingkungan ini. Diseminasi informasi mengenai keberhasilan restorasi lingkungan di berbagai belahan dunia diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif yang lebih luas.

“Media memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan gerakan penyelamatan bumi. Kolaborasi informasi mengenai teknologi hijau dan konservasi alam seperti yang dipraktikkan Tiongkok harus terus kita dorong agar bisa diadaptasi di tanah air,” pungkas Teguh.

Kunjungan persahabatan delegasi JMSI ke Hainan ini diharapkan dapat mempererat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Tiongkok. Di samping itu, kunjungan atas undangan All China Journalists Association (ACJA) ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih erat dalam kampanye global penyelamatan lingkungan hidup di masa depan.

Dalam kunjungan, Teguh didampingi Penasihat JMSI Pusat Mursyid Sonsang, Utusan Bidang Luar Negeri Yophiandi Kurniawan, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, dan Ketua JMSI Kalimantan Tengah Julius Marulitua Sinaga, serta pembina Farah.id, Farida Farhah. []


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan
Kuasa Hukum Pertanyakan Penyidikan Dugaan Korupsi Jalan Lampung Utara, Sebut Perkara Sudah SP3
Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro
Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Kuasa Hukum Pertanyakan Penyidikan Dugaan Korupsi Jalan Lampung Utara, Sebut Perkara Sudah SP3

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Berita Terbaru

Berita Utama

BPBD Lampung Utara Berbenah Hadapi Musim Penghujan

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:40 WIB

Berita Utama

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:55 WIB

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB