LAMPUNG UTARA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara menggelar simulasi tanggap bencana sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan, Jumat 16 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan personel BPBD diturunkan untuk meninjau sejumlah titik rawan bencana sekaligus memeriksa kesiapan peralatan, mulai dari kendaraan operasional hingga mesin perahu.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Lampung Utara, Sanny Lumi, dan dihadiri seluruh Kepala Bidang. Kehadiran pimpinan dan jajaran BPBD dimaksudkan untuk memastikan seluruh personel serta peralatan benar-benar siap digunakan apabila terjadi banjir maupun bencana lainnya.
Dirinya menegaskan, simulasi tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui kesiapan nyata personel, kendaraan, peralatan, dan mekanisme respons di lapangan.
“Kita turun ke beberapa titik, seperti Way Umban dan Way Sesah. Tujuannya untuk memastikan seluruh personel dan peralatan siap digunakan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
BPBD Lampung Utara memfokuskan kesiapsiagaan pada potensi banjir, yang lazim terjadi pada periode November hingga Maret. Pada masa tersebut, intensitas hujan yang tinggi berpotensi memicu luapan sungai di sejumlah wilayah.
Ia juga meminta seluruh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk bersiap turun langsung ke sungai-sungai guna melakukan pembersihan, khususnya dari sampah yang dapat menghambat aliran air.
BPBD Lampung Utara akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk mendukung upaya pencegahan serta penanganan banjir.
Kepala BPBD mengimbau masyarakat Lampung Utara untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. Ia juga mengajak warga berperan aktif menjaga lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke sungai.
“Dukungan masyarakat sangat penting. Jangan membuang sampah ke sungai, karena hal itu dapat memperparah risiko banjir,” tuturnya.
Evaluasi Kesiapan Lapangan
Simulasi ini sekaligus menjadi sarana evaluasi bagi BPBD Lampung Utara untuk mengidentifikasi kendala di lapangan, memperbaiki koordinasi antar unit, dan memastikan kecepatan respon apabila terjadi banjir, tanah longsor, maupun bencana lainnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD berharap seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat dapat bergerak selaras dalam upaya meminimalkan risiko serta dampak bencana pada musim penghujan.[]
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Lampung Utara
















